Friday, April 27, 2018

Terbaring

Aku melihatmu terbaring dihadapanku

Dibalik jenis kaca tebal ini

‘Aku sedang bukan Aku’, ujarmu

Penyakit itu

Aku mengetahuinya di waktu terlambat

 

Aku melihatmu terbaring dihadapanku

Dibalik jenis kaca tebal ini

Argumenmu dengannya

Aku bisa mendengarkan dengan sangat jelas

 

Aku melihatmu terbaring dihadapanku

Dibalik jenis kaca tebal ini

‘Tolong bunuh saja Aku. Ini terlalu berat’

Apa yang kau harapkan? Dia membunuhmu?

 

‘Berhentilah!’

Apa kau mendengarku?

‘Berhentilah!’

Ada cara yang bisa dilakukan

Bagaimana caraku meyakinkanmu?

 

Aku melihatmu terbaring dihadapanku

Dibalik jenis kaca tebal ini

Perkelahianmu dengannya semakin intens

 

Lalu waktu berhenti

Dia membisu

‘Terima kasih’, ucapmu tersenyum

‘Maaf’, tutupmu

Pupilku membesar

 

Aku melihatmu terbaring dihadapanku

Dibalik jenis kaca tebal ini

Terkejutku tak sampai padamu

Kau tusuk jantungmu dengan pisau yang kalian perebutkan

 

Aku melihatmu terbaring dihadapanku

Dibalik jenis kaca tebal ini

 

Selamat tinggal Newt

 

_rdmw_

Tuesday, April 24, 2018

Makin makin aja

Hai Bubbly-blog..
Jadi, akhirakhir ini ada masalah dengan si Levo.
Dari mulai enggak bisa nangkap signal wifi, lalu enggak bisa menggunakan beberapa aplikasi, lalu masalah sama windows nya, lalu masalah sama bluetooth nya, terus skrg masalah lagi sama windows nya, padahal udah di instal ulang.
Itulah mengapa semakin saja ini jarang menulis.
Kalau salah satu rekan bilang, 'sudah waktunya'..
='(

Memang udah 6 tahun sih.. tapi kan...
='(

Baiklah Bubbly-blog, itu sekilas info yang kurang sedap kabarnya.
Nanti kita sambung-sambung lagi.
Entahlah ini nanti akan bagaimana.

Bandung, 24 April 2018
Salam,
Risma Dwi MW

Thursday, March 8, 2018

Wauw! Masuk Ujian SIA..



Bubbly-blog! *hug

Ok.
Jadi, beberapa waktu ini Saya sering mencari sesuatu tentang sesuatu. Bingung kan.

Pokoknya, Saya mencari tentang produk yang pernah Saya buat di tahun 2010 dulu.
Wooow!! Sudah 8 tahun aja.
Nah, Saya jadi semacam baru tau gitu ketika dulu, si bisnis kecil-kecilan yang kecil itu, ternyata sempat ada yang menuliskan di sebuah portal yang cukup ternama.
Barusan Saya mencoba untuk masuk ke email si bisnis itu.
Dan sampai sekarang Saya masih lupa sama password nya..  Dengan berdoa sungguh-sungguh, Saya cuma bisa masuk ke salah satu media sosial nya saja.

Segitu juga udah seneng sih.
Dan Saya baca-baca hal-hal yang Saya tulis disana.
Tentang mengiklankan, membuat berisik, mengajak orang-orang mampir, dan lainlain.
Sampai ada di salah satu barisan tulisan......

“Ujian SIA tentang @(nama bisnis) nih, cc : @(akun pribadi Saya)”

Ujian SIA.... Ujian Sistem Informasi Akuntansi..
Padahal tulisan itu sudah Saya komentari, cuma ketika baca lagi, Saya masih sedikit sulit percaya bahwa hal itu bisa masuk ke dalam salah satu ujian mata kuliah di kampus Saya yang dulu.
Ada semacam rasa seneng gimana gitu..
Lalu kemudian mengingat kembali masa-masa tersebut.. macem-macem rasanya..
Jadi Kangen loh, Bubbly-blog..

Bandung, 8 Maret 2018
Salam, Risma Dwi MW

Thursday, January 25, 2018

Grup prioritas..... hm...

Hai Bubbly-blog..

Beberapa hari yang lalu ada gempa yang kerasa sampai di tempat Saya tinggal.

Sehubungan hari itu Saya sedang tidak kemana-mana, jadi cukup terasalah goyanggoyang sedikit itu.

Kemudian setelah Saya memastikan bahwa itu memang gempa (dengan melihat handuk yang bergoyanggoyang), Saya langsung bertanya ke 2 grup chat yang Saya cukup aktif di dalamnya.

 

Saya ceritakan sedikit tentang grup aplikasi obrolan tersebut.

Saya memiliki beberapa grup di beberapa aplikasi obrolan.

Tapi, yang Saya cukup aktif berkomentar sejauh ini hanya dua.

Yang pertama adalah teman sekaligus rekan juga karib yang tetap dekat sampai sekarang. Kami kenal sudah lebih dari 10 tahun.

Dan grup yang kedua adalah teman juga rekan yang hm.. sekitar satu tahun terakhir ini Saya cukup dekat dengan mereka. Grup ini juga merupakan grup yang cukup aktif dibandingkan grup yang pertama. Mungkin karena Saya dan mereka menghabiskan waktu dan kegiatan secara bersamasama setahun terakhir.

 

Setelah gempa selesai, Saya menginformasikan kalau ternyata gempa juga ingin tau apa mereka juga merasakan gempa.

Setelah Saya mengetik di grup kedua, Saya langsung menuju grup pertama,

Tapi, di grup pertama sudah ada karib Saya duluan yang menginfokan.

Ya, Saya juga tetap menginfokan.

 

Dengan beberapa kali balasan di grup pertama dan kedua, kemudian Saya melakukan hal yang lain (selain chatting).

 

Lalu ada hal mengganggu pikiran Saya hingga sekarang,

“Kenapa Saya menghubungi grup kedua duluan?

Kenapa enggak grup pertama dulu?

Apa prioritas Saya tentang hal ini berubah?”

 

Bandung,25 Januari 2018

Risma Dwi MW

Wednesday, December 20, 2017

Cerita lain tentang salon

“Falira, dua nih!”

“Iya Bu, siap!”

 

Kedua wanita itu masuk keruangan paling ujung.

“Pagi Mbak, creambath ya? Di cuci dulu yuk”

Aku melihat Farah langsung mencuci rambut pelanggan Kami yang satu lagi.

 

“Mau pake apa Mbak?”

“Aduh, Aku masih bingung nih. Bagusnya apa ya?”

“Masalah rambut Mbak apa?”

“Rambutku ujungnya bercabang gitu, Mbak. Kering-kering gitulah”

“Rambut kering cocoknya strawberry atau alpukat. Mbaknya rambutnya suka diwarnain enggak?”

“Udah lama enggak sih, Mbak. Tapi biasanya Aku diwarnain”

“Untuk rambut yang suka diwarnain cocoknya strawberry”

“Ya udah deh, itu aja”

“Mau pake serum untuk ujung rambut bercabangnya enggak?”

“Enggak usah deh, Mbak. Aku juga mau sekalian dipotong sedikit ujungnya nanti.”

“Sip”

 

Mbak ini adalah pelanggan pertamaku di hari ini.

Aku sudah bekerja di salon ini sekitar 5 tahun.

Tugasku adalah creambath dan lulur, sama seperti tugas Farah.

Dibawah jam 11, salon memang sedang jarang sekali ada pengunjung.

Salon biasanya ramai diatas jam 3 sore.

Apalagi kalau hari biasa seperti ini, ramainya setelah jam pulang kantor hingga malam sebelum tutup.

 

Kalau pertanyaannya mengapa Aku lebih memilih bekerja di salon, bukan karena Aku bercita-cita ingin punya salon sendiri dan belajar dulu. Tapi, Aku yang hanya belajar di sekolah sampai SMP ini tidak bisa bekerja di perusahaan besar seperti orang lain.

 

Sebelum pelanggan pertamaku datang, Aku sempat ngobrol dengan Farah.

“Kamu mau terus-terusan kerja disini, Lir?”

“Kayaknya enggak sih. Cuma enggak tau sampai kapan aja disini. Belum ada rencana. Kamu?”

“Aku mau buka salon sendiri ah. Kayaknya enak kalau jadi kayak si Ibu”

“Memangnya tau, berapa uang biar bisa buka salon sendiri?”

“Enggak sih. Tapi pasti mahal”

“Kamu punya uangnya?”

“Enggak. Aku kan cuma kepengennya gitu, Lir.”

“Ya kalau Kamu punya cita-cita, nabunglah dari sekarang”

“Tapi mau nabung juga enggak bisa banyak kan. Orang-orang kayak Kita yang pemasukan pas sama pengeluaran. Berharap pemasukan lebih juga cuma dari tips yang dikasih pelanggan aja. Aku mau nabung sampai berapa puluh tahun ya....”

Aku hanya tersenyum.

Aku kerja 2 tahun lebih dulu dibandingkan Farah.

Aku yang memberi tahu Farah cara berbicara dengan pelanggan, tempat serum dan segala cream, teknik membilas agar tidak terlalu banyak air yang terbuang tapi tetap bisa bersih, dan lain-lain.

 

Sambil memijat kepala pelangganku, Aku jadi sempat berpikir, sampai kapan ya Aku kerja disini?

Rasanya Aku tidak memiliki cita-cita yang ingin Aku kejar.

Dulu ada sih, cita-citaku hanya ingin menjadi anak kuliahan. Udah, itu aja.

Tapi, gimana mau bisa jadi anak kuliahan, SMA aja Aku enggak nerusin.

Kalau Ibu Bos enggak maksa Aku untuk ikut paket C tahun lalu, Aku udah males belajar-belajar lagi.

 

“Eh, kemaren Aku ketemu sama Ramon”

Pelanggan Farah mulai berbicara dengan pelangganku yang merupakan temannya.

“Oiya? Dimana?”

“Waktu Aku ke rumah Tika”

“Tumben Dia ke Tika juga? Jadi, mereka beneran pacaran?”

“Pacaran? Pacar Tika kan bukan Ramon. Lagian memang Kamu enggak tau gosipnya?”

“Gosip apa?”

“Ramon kan punya pacar juga. Laki.”

“Se..ri..us?”

“Iya. Aku dengernya sih gitu.”

“Dengernya gitu, atau memang gitu?”

“Dengernya sih.”

“Yeee.. Kirain Ramonnya cerita”

“Bukan gitu. Dia kan lagi deket banget sama Boy-can – Boy-can itu.”

“Boy-can temen kantornya?”

“Iya. Liat deh foto-foto Instagramnya. Kemana-mana sama Boy-can. Fotonya juga tuh udah bukan kayak sekedar temen. Kan kalau sesama lelaki terlalu deket bukannya pada geli ya? Tapi mereka enggak tuh.”

“Kenapa enggak nanya aja? Kan biar pasti”

“Aku mau sih ngebahas itu kemaren sama Tika. Tapi, takut Dia kesinggung.”

“Ya kalau Dia kesinggung karena Kita enggak tau kan tinggal minta maaf. Terus enggak usah ngebahas hal itu lagi.”

“Iya juga sih.”

 

Hal yang Aku suka dari menjadi pekerja disini adalah, Aku bisa dapat informasi mengenai banyak hal.

Dari mulai ilmu baru, gosip baru, segala jenis sifat dan karakter orang lain.

Mungkin itu kenapa Aku tidak punya cita-cita tinggi. Karena Aku sudah mendapatkan hal yang kusukai dan dapat bayaran dari hal itu.

 

_rdmw_