Saturday, February 11, 2017

Sedang enggak bebas-bebas amat

Bubbly-blog, pernah enggak sih, mencoba menutupi sesuatu?

Bukan karena itu hal yang jelek ya, tapi biar orang lain enggak tau apa yang dilakukan.

 

Sudah beberapa waktu ini, Saya berusaha untuk melakukan hal itu.

Sebetulnya enggak bisa dibilang rahasia juga sih, cuma Saya pengen orang-orang nanti liat hasil akhirnya aja.

 

Karena Saya beranggapan, orang mah enggak harus tau lah.

Lagian kalau mereka tau juga, enggak akan ngaruh apa-apa ini.

 

Kesulitannya adalah, ketika ada lebih dari 1 orang melakukan hal yang biasa dilakukannya dengan Saya, Saya tidak bisa lagi melakukannya dengan mereka setiap kali mereka minta.

Jadi terkadang, kata ‘janjian’ merupakan hal yang Saya hindari.

 

Dengan jadwal Saya yang.. hem.. bukan padat juga sih.. gimana ya..

Gini, dengan jadwal Saya yang tidak sebebas sebelumnya, Saya jadi harus memilih dan memilah untuk berbagi cerita seperti apa terhadap orang lain. Termasuk dengan karib-karib dekat yang kadang hal remeh aja bisa Saya ceritain.

 

Kegiatan Saya kali ini termasuk membatasi ruang gerak dan waktu sih.

Rasanya ingin komentar terhadap keseharian, tapi....

Ya itu tadi.. untuk apa?

Kebanyakan pada enggak mau tau juga *hahaha

 

Pernah beberapa kali karib Saya membuat Saya harus janjian dengan mereka. Cuma Saya ngerasa belum dapat jadwal yang tepat.

 

Eh, tapi ya, kalau semisal mereka bertanya dengan tepat tentang hal itu, Saya pasti akan bilang, “Iya”.

*ini kalau ada karib Saya yang baca tulisan ini, pasti mereka bertanya, “Apalah yang anak ini maksud?” hahaha...

 

Jadi Bubbly-blog, kalau sekarang Saya semakin menghindari kerumunan dari masa lalu, bukan berarti Saya semakin sombong, tapi karena.... ya yang Saya ceritakan, Saya sedang enggak bebas-bebas amat..

 

Bandung, Februari 2017

Salam,

Risma Dwi MW

Tuesday, January 17, 2017

Kekhawatiran kali ini

Bubbly-blog, Saya sedang merasakan situasi dimana sulitnya untuk berbaur kembali dengan hal baru.

Mungkin karena pada dasarnya, Saya termasuk orang yang kurang nyaman jika harus berhadapan dengan hal atau kegiatan yang baru kali ya.

 

Padahal, dengan kemampuan beradaptasi yang bisa dikatakan tidak sedikit, dulu Saya selalu bisa berbaur dimana saja dan kapan saja.

 

Kekhawatiran Saya saat ini adalah mendapat kenalan baru.

 

Hahahaha..

 

Jujur sih, Saya merasakan aneh ketika Saya harus merasakan khawatir dengan hal ini.

Bukan karena Saya gugup atau cemas untuk berbicara dengan orang lain ya.

Kemampuan komunikasi Saya cukup bagus kok (dan banyak yang mengakuinya).

Padahal ngomong dengan 1 orang tidak ada apa-apanya di banding ketika harus ngomong di depan ratusan orang seperti sebelumnya.

 

Lalu Saya berhasil menyimpulkan sesuatu..

Karena... Saya enggak mau mereka tau tentang Saya.

*eh gimana, gimana? Hahaha

 

Ketika ada 1 pertanyaan bisa dijawab dengan baik, besar kemungkinan akan ada pertanyaan lainnya yang menyusul dan minta di jawab dengan baik pula.

Satu pertanyaan, disusul oleh pertanyaan lainnya, disusul oleh pertanyaan lainnya lagi, dan pertanyaan lain lagi, dan lagi, dan begitu seterusnya.

 

Sesuai dengan postingan Saya di salah satu media sosial,

Saya akan berpikir ulang untuk menjawab pertanyaan,

“Disini tinggalnya nge-kost?

Memang orang-tuanya dimana?”

 

Ha.. ha.. ha..

 

Bandung, Januari 2017

Salam,

Risma Dwi MW

*and a few days later, i just did
*congrats Risma, you're making a friend
*nangismojok
 

Monday, January 16, 2017

Tahun 2017

Selamat tahun 2017, Bubbly-Blog..

Tahun ini.....

Rasanya enggak kayak tahun-tahun sebelumnya.

Eh, Saya lupa deh tahun kemaren gimana *mencoba mengingat

 

Saya mau ngebahas tentang tahun baru.

Beda sama tahun-tahun sebelum-sebelumnya.

Tahun ini Saya enggak ngerayain apa-apa. Lebih tepatnya enggak melakukan banyak kegiatan.

 

Ketika tengah malam kurang 2 menit, Saya bersiap-siap berdoa, berdoa, dan kemudian lanjut lagi nonton film yang Saya tonton sebelumnya.

Udah, gitu aja.

 

Biasanya terlihat sangat bersemangat keluar rumah buat liat pesta kembang api yang bahkan dari komplek aja keliatan, tahun ini enggak.

Ah, Saya masih suka dengan kembang api kok.

Ketika di media sosial ada yang memasukan video kembang api, tetap Saya tonton sampai selesai, tanpa diminta.

 

Mulai dari jam setengah 9 malam, entah siapa yang menghidupkan kembang api di komplek, Saya merasa berisik.

Mungkin ada anak-anak kecil yang duluan ngidupin kembang api, soalnya enggak kuat kalau harus begadang sampai jam 12 malam kali ya.

 

Terus si pesta kembang api itu berisik sampai setengah 2 pagi.

Setelah itu suara yang terdengar cuma letupan-letupan satu-dua kumpulan orang yang ngehabisin stok kembang api mereka.

 

Tahun 2017..

Kegiatan Saya sekarang setiap hari adalah pergi belajar.

Iya, setiap hari.

Eh, kecuali Sabtu, Minggu, dan hari libur merah kalender.

 

Udah biasa?

Udah biasa sih sekarang mah. Soalnya mulainya dari pertengahan Desember lalu.

 

Cuma, masih aja ada rasa terpaksa.

Hem.. gimana ya mendeskripsikannya...

Gini, mungkin karena setelah rehat di rumah, Saya jaraaaaang sekali keluar sore.

Sekarang, sore sudah harus melakukan sesuatu.

Bersyukur sih, karena kegiatan Saya di pagi hari tidak berubah.

 

Kesulitan yang Saya rasakan adalah mencari semangat.

Sudahlah, tidak usah membandingkan hidup dengan orang lain.

Saya enggak jauh beda dengan kebanyakan orang, mencari alasan.

 

Dan harapan Saya di tahun 2017 ini (dari jutaan harapan), adalah mencari semangat.

 

SEMANGAT, Bubbly-blog!!

 

Bandung, Januari 2017

Salam,

Risma Dwi MW

Saturday, December 31, 2016

Tangisan Ibumu

Hai Bubbly-blog..

Sesuai dengan postingan sebelumnya, Saya mau bercerita tentang Ibu-ibu yang duduk sejajar dengan Saya, tapi di barisan sebelah.

 

Ibu itu mulai menyapa ketika Saya bertanya dengan petugas kebersihan kereta untuk memastikan kalau Saya sudah duduk di kereta dan di bangku yang tepat.

 

Jadi, dengan menghilangkan basa-basi, Saya ambil intisari cerita kami ya..

Ibu itu bercerita, baru saja mengantarkan anaknya untuk kuliah di Bandung.

Yang diantarkan adalah anaknya yang paling kecil, wanita dari dua bersaudara yang juga wanita.

 

“Saya enggak tau, Mbak. Ini air mata ngalir aja terus”, katanya sambil menyeka air matanya.

Keluarga mereka berasal dari luar kota. Dan ke dua anaknya juga tinggalnya di luar kota, beda kota dengan sang Ibu.

Si Kakak, sudah bekerja di luar kota.

Si Adik, baru saja masuk perkuliahan, di luar kota juga.

Dan si Ibu sendirian di rumah.

 

Saya ngerasa sedikit ikut terharu juga.. eh, lebih tepatnya turut sedih sih (walau enggak ikutan mengeluarkan air mata).

Kalau dari sisi Saya sih, Saya kangen di perhatiin segitunya. Mungkin karena udah lama Ibu enggak ada kali ya.

 

Bahkan, entah kenapa, selagi menunggu kereta berangkat, di dalam gerbong di puterin lagu-lagu Geisha.

Wah.. menambah sedih suasana.

 

“Aduh, Mbak.. Anak Saya yang paling kecil itu suka nge-band. Terus genre-nya sama dengan band ini..” *Ibu nya nangis lagi =((

 

Semakin bertambah aja itu kesedihan sang Ibu.

 

Dan Saya cuma bisa bantu senyum meringis.. dan itu enggak nolong..

Da atuh harus gimana..

Yang sabar ya Ibu..

 

Bandung, Desember 2016

Salam,

Risma Dwi MW

Wednesday, November 30, 2016

Pulang dengan drama

Bubbly-Blog, kembali lagi dengan cerita tentang Surabaya.

Kali ini, Saya mau menceritakan tentang drama kepulangan Saya.

 

Begini awalnya...

Ketika lagi ngobrol dengan keluarga Kakak ipar Saya (yang sudah sah menjadi istri abang sepupu bulan lalu), mereka berdoa biar Saya jangan pulang, dan tinggal disana aja.

Lalu, si kakak nanyain tentang tiket kereta. Karena mau liat kali aja bisa tau stasiun Gubeng lama apa yang baru.

Ketika Saya liatin tiketnya, terlihatlah itu jam 18.30

Padahal Saya yakin banget itu jam 19.00.

Lalu kemudian terjadilah gegap gempita.

 

Saya diburu-buru.

Karena itu udah jam 6.

 

Dianterlah Saya pake motor (tadinya mau dianter sekeluarga pake mobil. Karena mereka sekalian pergi).

Hujan.. pake motor.. dan drama terakhir adalah..

Hape Saya ketinggalan di ruang tamu da lagi di cas..

Hahaha

 

Dengan waktu semepet itu, balik lagi lah kami.

Pas di tengah jalan di cegat kereta yang lewat.. dan itu kereta yang akan Saya naikin nanti..

“Atulah kereta tungguin ya.. jangan pergi dulu ya..”

Saya komentar gitu aja terus.. tapi sepanjang perjalanan Saya ketawa-ketawa sendiri.

Soalnya terlalu panik.. dan sibuk berdoa.

 

Untungnya stasiunnya bener. Gubeng lama. Kalau yang baru, harus muter lagi.

 

Sampai di kereta, hah-heh-hoh.. sambil diliatin orang, soalnya setengah berlari.

 

Syukurnya enggak ditinggal kereta.

 

Tapi, kereta yang Saya naikin itu yang Ekonomi.

Padahal Saya belinya yang Bisnis.

Soalnya katanya enggak ada yang Bisnis kalau dari sana.

Ternyata, sesampainya di Stasiun Bandung, ada refund.

Lumayanlah untuk ongkos pulang dari stasiun ke rumah.

Dan perjalanan yang di tempuh kalau dari Surabaya-Bandung menggunakan kereta Ekonomi adalah 14 jam 50 menit.

 

Karena kereta Ekonomi memang dirancang lebih mementingkan kereta kelas lainnya.

Walau cuma duduk, rasanya seperti habis kerja keras (eh entah karena itu habis melewati hari olahraga sedunia ketang haha)

Dan selama di kereta pulang itu, Saya enggak ada pipis sama sekali.

Kerjaan Saya cuma tiduuuur aja terus. Bangun, minum, tidur- bangun, minum, tidur- gitu lagi.

 

Perbedaan gerbong yang terlihat adalah : kereta Ekonomi lebih bagus. Karena setau Saya, si gerbong keretanya pada baru. Udah ada AC nya. Udah ada colokan listrik juga.

Tapi... kurang nyamannya adalah.. kursi antar penumpang depan dan belakang jaraknya pendek banget. Jaraknya kayak kursi di pesawat. Jadi Saya enggak bisa ngelurusin kaki sama sekali. Mau berdiri saja sulit.

 

Yaaa.. setidaknya, Saya udah pernah punya pengalaman naik kereta perjalanan keluar kota yang jauh, sendirian.

 

Enaknya sih kalau bawa temen, Bubbly-blog..

Ada temen buat cerita atau gosipin orang.

 

Bandung, November 2016

Salam,

Risma Dwi MW

 

*betewe, kenapa Saya ada tulisan pipis-pipis begitu.. karena pipis itu memang penting gengs.

Pipis mah jangan ditahan.. nanti kena penyakit ginjal. Bisa di ginjalnya ada batu, bisa aja bikin ginjal rusak, bisa juga penyakit lainnya..

Karena..

Pipis, is important for your life *angkat jempol tanda ‘sip’