Saturday, May 24, 2014

Kartu Undangan..

Bubbly-Blog masih berlanjut nih dengan penemuan saya di lemari beberapa waktu lalu.

Saya melihat ada semacam kartu undangan gitu.
Bentuknya kecil, warna kuning, lucu lah pokoknya.

Dulu, di televisi ada acara yang dibuat untuk mengungkapkan perasaan, terus ada juga sekarang yang menyanyikan lagu untuk orang lain kalau kata tak lagi mampu berucap *tsah

Ceritanya...
Suatu hari, ketika saya mau pergi (gak tau mau pulang) dari kampus, saya ada ide.
Asik kayaknya kalau ngadain acara buat kakak angkatan. Kok kayaknya kakak angkatan aja terus yang ngebuat acara untuk kita.

Niatnya acara sederhana. Dan benerbener gak boleh ada kakak angkatan yang tau (yang ngadain angkatan 2007).
Tapi dikarenakan satu dan lain hal yang mengharuskan perwakilan dari organisasi, kita memutuskan hanya ada 1 orang yang tau.
Nantinya beliau ini yang membantu mengajak temantemannya untuk menghadiri acara kita.

Acaranya memang tergolong sederhana sih ya.

Para undangan duduk gitu di tempat yang udah kita sediain.
Acara kita di aula.
Dengan penerangan terbatas,
jadi kayak acara romantis tau gak Bubbly-Blog. Cuma kurang lilin dan makan malem aja sih.

Akustikan sederhana cuma pakai gitar.. nyanyi lagulagu yang mengandung ucapan terima kasih.
Dan terakhir adalah pemberian bunga mawar putih untuk semua undangan yang datang.

Sukaaaa!!
Itu romantiiiis...

Gak nyangka loh Bubbly-Blog, saya dan kawan-kawan yang lainnya bisa bikin acara seperti itu..

Aaa~aa kangen ngebuat acara lagiiii ='(
Termasuk salah satu kenangan yang manis.

Bandung, 24 Mei 2014
Risma Dwi MW

Monday, May 12, 2014

Kuitansi yang masih ada

Bubbly-blog, beberapa waktu yang lalu saya menemukan beberapa hal yang ternyata masih saya simpan (entah gimana ceritanya masih ada).
Kebanyakan jenisnya tulisan sih.

Salah satunya adalah kuitansi pas saya daftar kuliah dulu.

21 Juni 2007

(uwew! Udah lama banget ya haha)

Jadi pertamanya saya salah masuk Sekolah Tinggi.

Awal cerita, saya pas SMA kelas XI pernah ikutan olimpiade se-Jawa Barat. Perwakilan dari tiap kelas XI se-IPS. Gak cuma saya, ada 8 orang lainnya juga yang ikutan.
(katanya sih karena nilai ekonominya tertinggi dikelas nya. Saya gak yakin waktu itu nilai saya tinggi. Kayaknya salah nama sih itu =.=)

Nah.. saya ikutan olimpiade ini di salah satu Sekolah Tinggi di jalan suci.
Walau saya gak masuk sekian-besar-dari-olimpiade-itu, sekolah bakalan bantu saya kalau mau masuk ke Sekolah Tinggi itu.

Singkat cerita, saya ngobrol sama salah satu karib saya.
Dia daftar di salah satu Sekolah Tinggi yang juga ada dijalan Suci.

Dengan kedodolan tingkat tinggi, saya menganggap itu adalah tempat saya olimpiade itu.

Pas saya dianterin kesana, saya bingung.
Kok... Beda ya..??..

Sesaat sebelum daftar, saya sempat ke toiletnya dulu.
Dan saya seketika langsung jatuh hati dengan kampus itu.
Ya, pandangan jatuh cinta pertama saya pada toiletnya.
Toiletnya bersiiiih... dan menyenangkan..
Gak jarang saya dan beberapa teman suka banget ngegosip di toilet kampus.

Saya lihat kembali alamat yang saya tuju, ternyata masih ke daerah sebelah sananya lagi. Dengan jalan yang sama, tapi angka yang berbeda.
Ya sudahlah..
Nasi sudah menjadi bubur.
Tinggal nyari suwiran ayam, cakue, kacang dan bumbu buburnya aja biar enak.

Lagian udah lulus juga sih ya Bubbly-Blog haha..

Bandung, 12 Mei 2014
Risma Dwi MW

 #latepost

Tuesday, May 6, 2014

Book Signing 7 Habits of Highly Annoying People di Bandung *yuhu

Bubbly-Blog, Mei tanggal 3 lalu saya ikutan book signing di salah satu Toko Buku yang terkenal di Bandung.


Ketemu sama penulisnya langsung disana.
Terus dibilang : 'Terima kasih ya, udah mau dateng. Kamu yang pertama'

Pas saya lihat sekeliling, ternyata bener loh, saya yang pertama.
Padahal...
Sebelum saya duduk disana, saya ngeliat ada ibu-ibu yang duduk sama anaknya dibagian belakang. Terus pede aja saya ikutan duduk. Ternyata ibu itu udah gak ada, makanya saya disebut orang pertama *haha

Ternyata orangnya ramah! Ramahnya pake BANGET, BANGETnya pake capslock!


Yang dibahas hari itu adalah bukunya yang kedua.

Henry Manampiring, itu nama penulisnya.

Om Piring ngobrol sama saya.
Gak, bukan ngobrolin partai politik kok. Ngobrol yang ringan aja.

Sebelumnya kan beliau pernah kuliah di Unpad-Bandung.
Tapi kawasan jarambahnya cuma daerah Unpad dan sekitarnya (oiya, sama katanya paling jalan-jalan ke Lembang sama temen-temennya dulu) (sekedar info aja sih ini soalnya kita sempet ngobrolin tentang alamat gitu).

Sekitar 15-20menit setelah itu barulah dimulai acaranya.

Dibuka sama MC teteh Krisan, terus mulai sedikit diulas inti bukunya apa.
Kemudian sesi tanya jawab.

Saya ikutan nanya.
Mungkin banyak juga yang penasaran dengan pertanyaan yang saya ajukan.

'Kenapa warna bukunya kuning?'

Buat yang penasaran, jawabannya adalah,
1) itu sebetulnya warna yang dipilih sama pihak publisher. Katanya sih biar eye catching.
2) kebetulan kan Om Piring cinta banget sama pisang, dan warna nya mirip sama pisang, jadi suka-suka aja (...o...ke..??..)

Terus banyak juga pertanyaan lain.
Tapi, yang paling mau saya kasih tau adalah, di buku ini tidak memberikan solusi loh ya.
Karena kemarin banyak yang nanya tentang solusi dari permasalahan sehari-hari mereka.

Om Piring bilang beliau bukan psikolog, jadi gak bisa bantu banyak.
Buku ini dibikin lebih ke mengeluarkan uneg-uneg. Walau gak sedikit permasalahan yang beliau komentarin. Yaaa... sesuai hobinya, ngomentarin sesuatu tanpa mesti diminta.

Hal yang menarik ketika itu adalah, ada seorang ibu yang cukup berumur ikutan.
Namanya Ibu Ratna.
Gaul, saya menyebutnya.
Dia tertarik dengan bukunya Om Piring. Dan berharap buku ini bisa go international (kurang lebih intinya gitu). Diminta juga coba bukunya diikut sertakan di acara yang akan diadakan tahun depan di pameran buku dunia (kalau gak salah).
Kita-kita sih pastinya meng-Aamiin-kan.

Ada juga yang nanya kapan menerbitkan buku ke-3.
Om Piringnya memang akan membuat buku lagi, tapi tidak bisa menjanjikan kapan (takut ditagih katanya haha).

Di acara itu bisa minta tanda tangan di bukunya (setelah beli dan punya bukunya tentu saja) dan kalau banyak waktu, bisa foto bareng juga loh.

Saya foto dulu sama teteh MC-nya.
Habisnya menyenangkan ngobrolnya.


Baru deh saya foto sama Om Piringnya.
Orangnya tinggi BANGET!


Selain bisa ketemu sama penulisnya, ngobrol santai, dapet tanda tangan, bisa foto, bisa nanya, kalau beruntung bisa dapet bingkisan juga dari penerbitnya.

Minggu ini bakalan ada book signing juga di Jakarta.
Lebih lengkapnya bisa tanya aja sama Om Piringnya langsung di twitter @newsplatter atau yang punya no pribadinya ya langsung aja nanya. Saya mah gak punya sih haha
Dan kalau ternyata di bukunya masih belum ada uneg-uneg dari si pembaca, bisa loh tambahin di 7kebiasaannyebelin.com
Kali aja nanti yang gak masuk kebuku itu bisa dibikin untuk buku selanjutnya *winkwink

Menyenangkan Bubbly-Blog
Bandung, 6 Mei 2014
Salam, Risma Dwi MW

Wednesday, April 30, 2014

HMA Periode 09-10

Aloha Bubbly-Blog..
Cukup lama sih, tapi saya baru nge posting tulisan ini.
Tanggal 12 bulan 5 tahun 2013 lalu, saya mengikuti sebuah kegiatan dimana bernama “MUHMA” yaitu Musyawarah Mahasiswa Akuntansi D3.
Di kampus saya tentunya.
Saya mengikutinya sampai selesai.
Dan menurut pengalaman saya yang sudah mengikuti Muhma sejak tahun 2008 (sudah 5 tahun saya ikuti) dan selalu hadir di tiap tahun, sampai selesai, ini merupakan Muhma terlama. Karena selesai sekitar jam 3-an, pagi. Saya sampai rumah saja pukul set 4 pagi.

Disana juga diadakan pemilihan langsung Ketua Himpunan Akuntansi D3 (juga wakilnya), yang menjabat satu periode berikutnya.
Acara yang dikategorikan sakral untuk Himpunan.

Untuk tahun ini, yang menjabat sebagai Ketua HMA periode 2013-2014 adalah Maryam Nurdina, dengan Wakil Ketua HMA Avacisko Vicky (orang itu namanya susah! Sungguh!)
Anyway.. SELAMAT!!



Menggantikan ketua dan wakil ketua periode sebelumnya, yaitu Pradnya Razan dan Nico Rahardjo.

Dulu, saya pernah ada di posisi salah satu dari mereka.
Tahun 2009, saya pernah merasakan memegang tanggung jawab selama satu periode, 2009-2010.

Didampingi oleh karib-karib saya,
Ada Irma Nurlela sebagai Sekretaris.
Awalnya saya ingin menjadikan dia bendahara. Karena percaya banget lah orangnya ‘HEMAT’. Tapi sehubungan dengan tulisannya yang rapih dan di posisi bendahara saya ingin mempertahankan seseorang, jadi dia saya tempatkan di sekretaris.

Ada Sany Septikawati sebagai Bendahara.
Sany adalah orang yang ingin saya pertahankan. Saya dan dia pernah menjabat disebuah organisasi yang sama sebelumnya. Jadi sudah tau karakternya seperti apa. Beberapa sifat keras kepalanya cocok saya tempatkan di bidang organisasi. Tapi, dengan adanya beberapa pembicaraan, akhirnya saya tempatkan menjadi bendahara.

Ada Silva Ariyani sebagai Ketua Bidang Organisasi.
Saya pilih dia, karena saya rasa dia orang yang cukup ‘keras’. Sepertinya dia cocok menjadi tangan kanan saya jika saya berhalangan hadir. Setidaknya, bisa menggantikan saya dalam pengambilan keputusan.

Ada Jony Saepul sebagai Ketua Bidang Pendidikan.
Menjadikan dia sebagai Kabid Pendidikan merupakan rekomendasi dari beberapa kakak kelas. Dan dirasa dia cukup bisa membantu menjadwalkan pelajaran-pelajaran yang kurang dimengerti rekan atau adik kelas kami nantinya. Walau hampir saja gugur selama kepengurusan, setidaknya mampu saya ajak (dengan paksa tentu saja) menemani sampai periode jabatan saya selesai.

Ada Erfil Rezsa sebagai Ketua Bidang Kerjasama dan Kesejahteraan Mahasiswa.
Saya tempatkan dia disana karena dia mampu ‘mengajak’ orang lain. Terkadang, dalam organisasi kita memiliki kebosanan tersendiri. Nah, dia punya beberapa ide yang bisa membuat kita tetap bisa bertahan diantara kebosanan yang terjadi didalam organisasi. Selain itu juga cukup mampu mencari informasi hingga nanti informasi itu bisa kita informasikan kepada banyak pihak (hayoloh haha)

(Saya ceritakan beberapa diantaranya yang memegang peranan pengurus inti)

Berbicara tentang Himpunan, saat saya menjabat,  memiliki 18 orang pengurus.
Semakin kesini, yang aktif hanya angkatan saya saja (kecuali jika ada kegiatan, kami juga minta bantuan kepada anggota himpunan untuk membantu).


Dari 18 orang tersebut menciut dan tergantikan menjadi 13 orang, yang sampai sekarang masih sering kumpul.

Mungkin karena satu angkatan dan memang teman main kali ya.
1)      Irma Nurlaela
2)      Sany Septikawati
3)      Silva Ariyani
4)      Mayang Nurmayanti
5)      Jony Saepul
6)      Rehulina Fransiska
7)      Faizal Abdullah
8)      Irfan Edward
9)      Erfil Rezsa
10)   Lies Irma
11)   Rega Marta
12)   Sri Setia
13)   Dan saya tentunya

Proker pertama yang tidak terasa sebagai proker adalah Pengenalan Himpunan Mahasiswa.
Saya dikala itu memegang peranan Koordinator acara ketika pengenalan kampus kepada mahasiswa angkatan baru. Jadi, beberapa rekan saya yang mengambil alih bagaimana pengenalan singkat itu.

Program kedua adalah Meet and Greet
Tujuannya untuk pengenalan terhadap mahasiswa baru Akuntansi D3 khususnya dan seluruh mahasiswa akuntansi D3 pada umumnya.
Bertempat di aula. Kegiatan berat ‘pertama’ saya dan rekanrekan setelah dilantik menjadi pengurus.



Program selanjutnya adalah Bimbingan studi mahasiswa, atau BSM, kami menyebutnya.
Ini merupakan tahun kedua kami melaksanakan proker yang dilangsungkan diluar kampus.
Dengan pelopor pengadaan pemberian pengetahuan ilmu organisasi diluar kampus, tahun kedua ini masih dilakukan ditempat yang sama dengan tahun sebelumnya. Mungkin karena kita sudah cukup mengetahui tempat dan letakletak penting di kawasan itu.
Bertempat di Bumi Perkemahan Sukawana, Lembang.
Memang peserta tidak menginap. Tapi beberapa panitia menginap, termasuk saya.
Selayaknya kegiatan kemping, gitar-gitaran, api unggun, tidur ditenda yang dekat dengan jalur sungai. Aaa~aaah kangen sekali dengan masa itu..



Proker selanjutnya adalah regenerasi.
Kegiatan sederhana, dengan menilai calon-calon penerus.

Proker lainnya adalah Foto Himpunan, Buka Puasa Bersama, Hiking Fun yang bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar pengurus, maupun antar anggota Himpunan.
Tidak juga lupa memanfaatkan fungsi penyampai informasi.



Masih banyak kekurangan, tentu saja.
Saya, sebagai bagian kepengurusan terdahulu merasakan banyak sekali kekurangan yang terlihat oleh mata.
Dikarenakan banyak pihak yang saya percaya untuk menjabat, sebelumnya tidak pernah aktif atau ikut serta mengurusi sebuah organisasi secara langsung, jadi kami masih samasama banyak belajar tentang keorganisasian.

Sebut saja saat itu kepengurusan kami ada di posisi “Bertahan”.

Menyatukan beberapa kepala menjadi sebuah keputusan bulat dengan satu suara itu tidaklah mudah, Jendral!
Dengan semakin banyaknya kepala, semakin banyak pula pilihan yang diberikan.
Saya udah merasakan tuh.

Diluar dari segala kekurangan kami, setidaknya sampai saat ini, kami masih ‘tersedia’ jika ada yang bertanya tentang masa saat menjabat itu.

Dan.. banyak yang bilang sama saya tentang perasaan yang mereka sebut ‘rindu’ pada ruang himpunan.
Yaaa... minimal kami punya keterikatan dengan ruangannya lah ya *hahaha

Jadi, untuk yang berikutnya,
Semangat berjuang ya!
Setiap jalan, kerikil itu selalu ada kok. Bukan hanya kerikil, bahkan batu besar juga menghadang.
Yang terpenting, jaga kekompakan. Minimal sesama pengurus.

Salam dari salah satu kakak angkatanmu,
Bandung,

Risma Dwi MW

Wednesday, April 23, 2014

Menyerah..

Bubbly-blog..
Ada satu kali (setidaknya) dalam kehidupan dimana kita merasa ingin menyerah..

Maksudnya nyerah bukan hanya sekedar nyerah pas menghadapi soal ujian kelulusan yang susah, atau nyerah sama tugas akhir yang entah kapan menemukan titik terang, atau sudah begitu sering memasukan surat lamaran pekerjaan tetapi tidak ada tandatanda panggilan wawancara, atau kesel sama pasangan yang gak kunjung ngasih kabar..

Kalau dari sisi saya bukan diantara itu..

Suatu hari, saya pernah merasakan demikian..
Ya nyerah itu tadi..
Hem.. Menyerah kepada kehidupan..

Ya, saya tau..
Seharusnya gak pernah ada kata menyerah dalam kehidupan..
Memang kata lebih mudah diucapkan dari pada dilaksanakan..

Yaaa... Intinya saya pernah merasakan rasanya ingin menyerah..
Bukan hanya pasrah, tapi ya benerbener nyerah..
Sampai saya gak tau lagi harus apa..
Cuma pengen diem.... dan nangis aja terus sampe capek sendiri..

Ya gitulah..

Saya bertanya ketika selesai bersujud sambil menengadahkan tangan,
''Tuhan, saya ingin menyerah saja.. Boleh ya?''

Rasanya kepala lebih berat dari biasanya, hati lebih perih dari biasanya, perasaan yang lebih sedih dari biasanya, emosi yang lebih marah dari biasanya..

Jadi kalau semua itu nyatu dan dianggap air, udah meleber kemanamana karena udah kebanyakan..

Seperti postingan sebelumsebelumnya, mungkin lebih baik gak tau.. Ketimbang jadi sakit hati..

Kemudian waktu berhenti, saya gak inget habis itu apa..
Tibatiba saya sudah pegang telepon genggam dan melihat salah satu status update-an seseorang yang sedikit menyindir tentang apa yang saya alami..
Tidak secara langsung sih, tapi mungkin Tuhan 'menegur' saya..

Hingga satu jam kemudian, saya dikunjungi oleh seorang Ibu dan seorang anak..

Ibu pengganti..
'panggilan' saya untuk beliau..

Dulu, sewaktu saya kecil, saya dan anaknya sering sekali menghabiskan hari..
Makan bersama, main bersama, mandi bersama..
Diluar dari nama kami yang kembar jika diganti 1 abjad saja..

Dan Ibu itu menjadi Ibu pengganti jika Ibu saya sedang bekerja, entah mungkin di rumah atau diluar rumah..
Memang tidak selamanya..
Tapi memiliki arti..

Me : Ibu, memang habis dari mana? Mau kemana?
'Gak dari mana-mana kok.. Cuma mau ngejenguk aja.. Katanya sakit?'

Saya.. Terharu.. Parah..

Terkadang kita bisa tau Bubbly-Blog, mana orangorang yang nyari muka dan mana yang tulus..

Setelah bercerita kesanakemari sambil sesekali meluapkan perasaan disaat itu, saya melihat beliau berkaca-kaca dan menahan air matanya untuk keluar..

Dan setelah selesainya paragraf terakhir,
'Dek, Serahkan semuanya pada Allah ya.. Yang Maha Tahu.. Harus sabar.. Harus kuat.. Pasti bisa.. Ya..'
(aaa~aaah nulis ini jadi sedih.. Payah nih >,<)

Maghrib pun berkumandang, dan beliau harus pulang..
Terima kasih =)

Doa saya langsung dijawab Tuhan.. hanya selang 1 jam..
Maha Mengetahui..
Dititipkan kepada pihak yang tidak pernah diduga pula..

Rasanya?
Hem.. Lega..
Kalau gak, mungkin saya gak bisa berbagi kabar lagi =)

Alhamdulillah..

Alhamdulillah Bubbly-Blog, Alhamdulillah =)

Bandung, 23 April 2014
Risma Dwi MW