Tuesday, June 26, 2012

Penceriaan Senin dan Selasa pagi...

Jam 10 lewat Blog.
Selamat... heem.. pagi? selamat siang? Heeem..
Aloha pokoknya.
Udah lama ini saya gak menceritakan kejadian sehari-hari.
Rencananya, saya akan menceritakan pengalaman senin 25 Juni dulu ya, dan diteruskan di selasa ini, 26 Juni 2012 sampai nantinya saya selesai menulis.

Jadi itu,
Rasanya, sudah lama saya tak sesemangat itu di senin pagi saat berjalan keluar rumah mengemban tugas seperti biasa.
Untuk kegiatan dikantor, ya seperti sehari-harilah, karena beragam rasa, dan itu adalah 'dapur' perusahaan, jadi yang terjadi didalamnya, diluar perasaan diri, saya gak bisa ceritain. Hanya saja, saya menyebut yang terjadi dikantor itu... Unik..
Mengapa unik? karena memang banyak hal yang uniknya. Dari mulai baik, sampai baik sekali =D
Kita skip yang terjadi dikantor ya.

Kita lanjutkan saat saya beranjak pulang. Ah, bukan, saat saya akan menuju tempat mengeluarkan peluh.
Saya disupiri oleh mang angkot yang sama dengan saat saya berangkat tadi pagi.
Si mang nya aja nyadar haha

Saat saya menanti jam untuk berolahraga yang dalam satuan waktu yang sama saat hari yang sama, saya bertemu dengan.. heeem.. katakan saja sepupu dari karib saya.
Entah mengapa, dia merasa sudah sangaat dekat dengan saya.
Sampaisampai dia menawarkan diri membelikan saya teh gelas *baik sekali =') *terharu
Walau akhirnya Spongebob terkadang harus sendiri menghadapi dunia kesehariannya tanpa Patrick.
Sayapun akhirnya melakukan ritual lompathulala seperti kebiasaan.
Tidak terlalu bersemangat seperti biasa sih, saoalnya migrain nya ngajakin main, jadinya seperti setengah hati gitu.
Saya pulang dengan mata sedikit terpejam menahan hasrat untuk meladeni migrain.
Sampai rumah, rasanya banyak kemalasan yang timbul.
Hanya saja, saya sudah keburu janji untuk membuat pengisi lambung.
Dan ya, quality time with family it's a best medicine =)
Berasa seperti memiliki 2 orang anak dengan ibu (saya) yang baru saja pulang kerja. haha

Saat waktu bercengkrama dengan mimpi tiba, saya masih bisa sedikit bertukar kata.

Hingga tiba saat membuka mata, ditegur oleh percikan air dingin, saya terjaga.
Memasak, mandi, dan blablabla sampai akhirnya tiba dikantor dengan selamat, riang gembira dan gegap gempita.

Dan, kita masuk ke selasa ini ya.
Jadi itu, karib saya yang lain akan memiliki gelar baru (sedikit saya ceritakan di "Beberapa dari sekian macam wujud per-karib-an #4"), ditanggal 7 Juli 2012.
Saya, diharuskan hadir.
Sehubungan saya bekerja belum diperusahaan sendiri, saya minta izin Bos kantor dulu dong.
Daaan, DIIZINKAN! Tadaaaa!!! *Yaiiiiy!! Yaiiiiy!! Bos saya memang kece haha*

Sebenernya didalam keseharian 2 waktu itu, banyaaaak hal yang menyenangkan lainnya.
Termasuk pagi ini, dijalan, ada yang tiba-tiba dadah-dadahan sama saya, pengguna motor, juga penutup sebagian muka. Masih bertanya aja gituloh saya, itu siapa ya?
Juga ada wewangian yang meresap sampai ke hati. Terus ada....
Udah deh, itu dulu aja cerita saat ininya. Nanti kelepasan semua, curhat, berabe deh. Hahaha


hiphiphurahura. Harumnya sampai ke hati ;)

Salam Selasa ya Blog,
Bandung, 26 Juni 2012 - 10.50 WIB
Risma Dwi MW

Saturday, June 23, 2012

Beberapa dari sekian macam wujud per-karib-an =) #4

Menjelang soreee..
Beberapa puluh menit yang lalu, saya didatangi oleh seorang karib yang lain.
Terakhir bertemu dengannya adalah saat.. hem... eng... Saat saya sedang mewujudkan mimpi kecil-kecilan.
Dia datang ke 'tempat' saya ketika itu sambil bercengkrama juga beristirahat.

Sama seperti hari ini. Dia datang ke tempat dimana saya menghabiskan sepertiga hari, dengan adik lelakinya.

Dengan cukup singkat, kita bertukar kata.
Entah darimana, saat sebelum dia datang, saya mempunyai suatu firasat.

Ingat saat kami samasama menjabat sebagai staff (yang beda divisi) di salah satu organisasi yang membuat saya betah diruangannya.
Ingat juga saat saya dan dia sama-sama menjadi Koordinator saat Pengenalan Kampus pada mahasiswa baru di tahun 2009. Saya menjadi Koord. Protokoler, dan dia menjadi Menteri Depsoskes.
Saya ngurusin tentang waktu, dan dia ngurusin tentang lambung.
Kita emang kece banget deh =">

Hal yang paling saya ingat tentang sosoknya adalah... Setiap kita mengolah kata, selalu saja ada imajinasi yang terselip. Oh, bukan terselip, tapi sepertinya semua isinya itu memang imajinasi.

Saat tadi pun, disela waktu yang pendek, kami masih bisa tertawa lepas karena imajinasi yang melebihi batas wajar.

Sampai kami memutuskan untuk membuat gank kecilkecilan.
Saya dulu suka menyebut diri sebagai Chabelita, dan dia menamai dirinya Barbara. Kami juga memiki satu personil lagi, namanya Beone. Dengan panggilan B2C, kami selalu berjalan bertiga. Cukup akrablah.

Karena saya dan dia pernah 1 periode dalam organisasi, jadi cukup punya banyak pengalaman berbagi dengannya.
Saat saya ke Bali juga dia ada.

Sampai sudah cukup lama kami tidak saling bersua, dia hari ini datang.
Dengan sedikit kegembiraan yang saling dibagi, dia membawa 2 buah lembaran yang cukup keras, dengan terpapar nama saya dan 1 lagi karib yang lain, untuk diberi kan doa.
Ya, dia akan menikah.

Ya ampuuuun!! Rasanya itu seperti gak percaya. Soalnya kami belum sampai pembicaraan serius mengenai kehidupan yang akan datang sebagai seorang istri.
Tapi, saya senang. Tentu saja dong!!
Kita liat nanti, apa dia berubah setelah mendapatkan gelar baru? =D

maafin risma ya, yang tadi nepok lengan atas kamu. Risma gak tau kalau abis vaksin =(

"Jangan lupa nanti injek kaki Rismaaa.. Hahaha.."

Salam kabar baik Blog,
Bandung, 23 Juni 2012-15.13 WIB
Risma Dwi MW

nb : undangannya unik loh. Beneran! Sampe saya mencoba 3 kali buat bisa nutup seperti itu -.-"

Beberapa dari sekian macam wujud per-karib-an =) #3

Dear Blog.
Masih dengan tema tentang per-akrab-an juga ke-karib-an nih.
Saya akan menceritakan tentang seorang sohib yang saat ini sedang saya temani. Oh, bukan sebelahan. Saya dikantor, dia di tempat kerjanya menghabiskan suara.
Dia adalah seorang penyiar-sok-lugu *haha

Awalnya, saya gak begitu kenal akan sosoknya. Yang saya ingat, pertama ketemu, dia jadi salah satu pemeran di kabaret saat acara Inagurasi angkatan 2007. Dimana saya saat itu menjadi salah satu seksi acara. Stage manager, lebih tepatnya *masaKelam.
Perkenalan kita hanya sebatas itu.
Lalu kemudian, entah bagaimana, kami dipersatukan lagi oleh keajaiban Tuhan.
Kami berdua bersamasama memegang teguh rundown acara. Yap, kami samasama menjadi staff acara di kegiatan Pengenalan Kampus.
Dan bermulai dari situlah, kami menjadi lebih akrab dari sebelumnya.
Dari mulai sedih, kesel, senang, sering dipertukarkan.
Dicerita ini, saya akan berbagi ke-akrab-an tentangnya saat tahun 2009.

Suatu ketika, saya berkesempatan mengunjungi pulau Dewata dengan beberapa sohib lainnya.
Telepon genggam saya sempat rusak, jadilah, saat saya liburan yang AWESOME itu, di abadikan menggunakan kamera orang lain. Sedih. Memang =((
Jadi intinya, saya hanya bisa sms-an juga teleponan saja. Sedikit canggih bisa internetan sih, tapi lamanya setengah tahun.

Saat pembagian kabar, si makhluk satu ini sama sekali tidak bertanya, tidak sms, tidak telepon, tidak menyapa bahkan di dunia maya sekalipun.

Sekitar seminggu saya me-refresh otak saya, sekitaran itu pula lah saya dan dia tidak bertegur sapa sama sekali.
Saat pulang kembali ke Bandung, tentu saja hal pertama yg saya inginkan adalah kasur (bahagianya kala itu, saat merindukan sosok nyaman kasur rumah dan dia setia menanti disana, guling-guling)

Keesokan harinya (apa lusa harinya gitu, saya lupa)
Saya kembali beraktifitas seperti biasa. Kembali ke kampus, kuliah, jajan di Kopma, nongkrong di lobby, tiduran di salah satu ruang organisasi.
Ketika saya memiliki hasrat untuk memasukan makanan ke dalam lambung, saya menuju Kopma.
Bersualah saya dengannya. Orang yang selama 1 minggu itu tidak ada kabarnya.
Sempat tersentak beberapa detik, hingga akhirnya kami... Berpelukan. Iya, berpelukan.
Daaaaan, menangis. Percaya atau tidak, meneteskan air mata yang entah karena apa. Di Kopma pula.
Apadeh sekali memang -.-"

Kalimat pertama yang dia keluarkan setelah itu adalah,

"Jajanin gue.."

Ya.. Miris. Dan dia nanyain oleh-oleh untuk dia. Bukannya nanyain kabar.
Iya. Kasian ya saya =(

Terpikir oleh saya. Saat itu kami masih dengan ego tinggi yang aneh. Yang aduh-plis-deh-apaan-sih itu.
Kalau sekarang?
Dengan kekonyolan, ketawa, juga tangisan, saya masih setia dengerin dia siaran kok. Sampai nanti jam 1 siang.
Walaupun dia ke Bali juga gak pake bilang. Tau-tau stat Twitternya berbau-bau Bali.
Pas dia ke Yogya bilang kok. Malahan saya sempat mendatanginya ke tempat kerjanya yg sekarang itu.

Satu hal yang saya ingat tentangnya sekarang juga,

Dia kangen dengan Indra Herlambang


inilah kami. Saat prepare mau nonton Secondhand Serenade yang-wawawa-tampan-aduh itu

Banyak cerita sih tentang dirinya. Kalau boleh dibongkar, saya ceritain semua rahasianya *picik! haha

Dan saat ini...

"Kita belum beres ngubek BSM loh..."

Salam siaran 'bzzztttt' ya Blog,
Bandung, 23 Juni 2012-11.52 WIB
Risma Dwi MW

Beberapa dari sekian macam wujud per-karib-an =) #2

Yaiiiy..
Bagian kedua dari beberapa cerita ke-karib-an saya dengan orang lain.
Saya dekat dengan seorang wanita yang sebut saja tidak terlalu tinggi.
Dengan perwujudan anak kecil lincah yang berjalan ajrut-ajrutan tidak karuan.
Memang sih, perbedaan umur kita hanya sekitar 42 / 43 hari. Tergantung apa saat itu tahun kabisat atau tidak. Tapi, dengan perawakannya, juga 'bentuknya', dia jauuuuh lebih muda dari saya, mungkin tahunan.
*tua-an saya, tua-an saya -.-"

Entah bagaimana ceritanya, kami bisa sedekat itu, sampai sekarang.
20 Juni kemarin, dia berkunjung ke rumah saya.
Sangat jarang juga kami bersua. Karena sudah berkecimpung dalam dunia kami masing-masing.
Saat sore saya tiba di rumah, ada telepon yang tidak ada di list phonebook saya. Nomor yang menandakan itu dihubungi dari sebuah telepon rumah-an atau telepon kantor-an.

Me : Assalammualaikum?
She : mbak Risma, mbak risma ada ditempat sekarang?
Me : Hah?!
She : iya, mbak risma sudah ada di rumah?
Me : ooooh, ini mbak Vera ya? Kebetulan saya sudah ada dirumah sekarang.
She : oh baik kalau begitu. Saya boleh kesana?
Me : oh. silahkan Mbak.
She : kebetulan saya ini lagi dikantor mbak.
Me : oh ok. Silahkan mbak, Jangan lupa bawa makanan ya.
She : aduh, mbak risma ini.
dan kami pun tertawa riang bersama. Ah, saya yakin dia pasti ketawa males

Ok. Setelah telepon itu ditutup, sekitar setengah jam kemudian, dia berkunjung ke rumah. Datang dengan pengganti Richard.
Jadi dia datang dengan pacar baru nya?
Iya dong. Bukan pacar baru, tapi "pacar baru".
Ngerti lah ya. Ok. Sip.

Sudah cukup lama saya tidak bersua dengannya. Terakhir bertemu, sekitaran bulan Maret apa April gitu, saya lupa.
Saat itu, dia datang berkunjung ke tempat saya bekerja.
Rasanya kok seperti saya yang minta dikunjungi terus ya? Biarkanlah.

Sampai dengan pukul setengah delapan malam, kami membicarakan banyak hal. Tentunya hal-hal yang bersifat pribadi juga hati yang paling mendominasi.
Waktu terasa kurang, saat kami menikmati moment-moment masa lalu.
Dengan menit yang semakin menyapa, dia berpamitan pulang.
Dan, saya kembali lagi sendiri *yang itu gausah diceritain harusnya

Yang saya ingat, dia merupakan pendengar yang baik.
Saat tau saya sakit, dia cukup khawatir. Mungkin dia itu merupakan seseorang yang tau luar-dan-sedikit-dalam tentang saya =D

Dulu, saking akrabnya kami, sampai hampir tiap hari berbagi kabar. Gak cukup cuma bertemu dikampus, telepon, pesan singkat, wall facebook, itu bermain terus.

Hingga suatu ketika, terlintas hal yang konyol dipikiran saya.

"Gimana ya, kalau kita gak saling sapa dalam jangka waktu tertentu?"

Eh, pemikiran konyol itu ditanggapi.
Akhirnya, membuat perjanjianlah kami.
Selama 1 minggu, walau bertemu, tidak bertegur sapa.
Tapi, 3 hari sekali, mengucapkan "Hai" kalau bertemu.

Tentu saja terasa janggal, setiap hari terjadi kehebohan, saat bertemu muka, kami terdiam dan berusaha menahan tawa mati-matian. Karena hal itu lucu. Sangat lucu bahkan. Dan hanya kami berdua yang tau betapa lucu dan rancunya hal itu.

Selain itu, karena sepertinya belum terbiasa untuk tidak bertukar cerita, saya dan dia menyiapkan buku.
Setiap hari, kami menuliskan apa yang terjadi di hari itu, selama seminggu. Setelah 'baikan', buku itu akan saling kita tukarkan.
Dan hampir semua orang yang tau kami gak teguran, mereka menertawakan. Entahlah, saya juga gak tau apa yang ada dipikiran mereka.

Saya tergolong orang yang suka akan kegiatan tulis-menulis.
Buku yang saya kasih, sudah hampir setengahnya. Sedangkan buku yang berisikan tulisan dia, sehari hanya 1 lembar, bahkan kurang. Dan ada saja alasan mengapa dia hanya menulis segitu.

Dan ternyata, tidak tegur sapa selama seminggu itu aneh. Cukuplah hanya seminggu itu.

Kemudian, saat saya sudah menapaki jalan sendiri diluar dari peradaban ber-'title' mahasiswa, saya dan dia membuat sesuatu untuk ditukarkan.
Saya suka membuat buku. Jadi, saya buatkan dia buku, dengan gambar-gambar tempelan juga burung kertas yang familiar dengan nama origami. Semalam suntuk, selesai juga karya itu. Sayang, tidak sempat saya abadikan di telepon genggam saya.
Dengan beberapa lembar, saya menuliskan kepingan-kepingan ingatan, juga disertai tulisan doa untuknya dibalik kertas memori itu.
Ah, romance sekali *hahaha
Dan dia, memberikan saya botol, berisi kerangkerangan juga pasir, dan bintangbintang kecil yang dia buat dengan tangannya. Juga ada beberapa selipan kertas doa berwarna biru.
Berasa seperti akan berpisah. Padahal sih gak. Itu kejadiannya sudah sekitar 2 atau 3 tahun yang lalu. Dan kami sampai saat ini, masih saja sering melakukan hal yang konyol.
Hahaha.
Semoga persahabatan kita abadi. Amiiin..



Ingat slogannya,
"Panadol cold & flu : ......"

Salam Migrain Blog *hahaha*,
Bandung, 23 Juni 2012 - 09.06 WIB
Risma Dwi MW
=)


Friday, June 22, 2012

Beberapa dari sekian macam wujud per-karib-an =) #1

Friday! I'm in love ceunah Blog =D
Jumat ini, saya akan sedikit membahas tentang beberapa contoh per-karib-an yang terjadi dalam perjalanan hidup saya.
Saya punya banyaaaak sekali karib yang akrab.
Yang paling lama itu sejak SMP *wauw!
Dari mulai kita lulus SMP, terus pisah dengan berlanjut SMA, sempat beberapa kali lost contact karena saya dan dia ganti nomor telepon genggam.
Sampai suatu ketika, saat pertengahan SMA, dia datang mengetuk pintu rumah bagian belakang.
(Ya, selama saya hidup di Bandung, rumah saya setia disana. Gak pernah pindah jalur.)

*toktoktok
Me : *berjalan menuju pintu*
Saat saya buka, sosok yang saya ingat dengan perawakan yang tidak berubah, hanya rambut yang memanjang, tersenyum dan menyapa.

She : Ma...
Me : Zie..

Sempat beberapa detik kami terdiam untuk menikmati rasa kaget, kemudian.... Selayaknya hal yang di sukai oleh teletabis, kami berpelukan, cipikacipiki dan saya mempersilahkan dia masuk ke dalam rumah tentu saja

She : kamu tau gak ma, tadinya aku takut. Aku takut rumah kamu gak disini lagi. Aku gak tau mau kemana deh kalau ternyata kamu udah pindah.
Me : Gak kok. Rumah risma masih disini dengan setia *tersenyum*

Kami tidur pukul 3 dini hari dimalam itu.
Ya, dia menginap di rumah. Ah, saya gak perlu paparkan alasan dia menginap =)
Ternyata, sudah begitu banyak perjalanan kisah yang belum kami shared.
Dari awal yang setiap hari bertemu di sekolah zaman SMP dulu, sering saling mengunjungi tempat menetap masing-masing, detail cerita keseharian yang sepertinya tidak luput dari pandangan.
Hingga akhirnya, dia harus berpetualang ke luar bandung untuk kuliah.
Sempat berpamitan mengunjungi rumah saya lagi di hari libur untuk menceritakan tempat yang dia tuju.
Sampai pada suatu Minggu, saya mendapatkan pesan darinya. Kabar bahwa dia berangkat di hari itu.
Yap. Mulai menjalani hubungan jauh dengan teman yang cukup akrab.
Saat kuliah, berbeda cerita dengan saat SMA. Kami cukup beberapa kali berbagi kabar. Menceritakan keadaan kota tinggal (saat itu) masing-masing.
Tidak intens memang, sekitar sebulan sampai dua bulan sekali-lah.

Dan pada suatu waktu. Entah siapa yang memulai, entah siapa yang mengakhiri. Hubungan berbagi kabar itu, terhenti begitu saja.
Saya, yang kala itu disibukan oleh kegiatan Praktek Kerja Lapangan, menyusun Tugas Akhir, persiapan tempur sidang, Wisuda, hingga mendapatkan pekerjaan pertama, sedikit melupakan sosoknya.

Sampai pada suatu ketika, saya mendapatkan kabar darinya.
Dia sudah dibandung. Dengan segala cerita juga kenangan masa lalu, kami bersua.

Kini, dia sudah bekerja di Bandung, disalah satu Bank yang memiliki nama, menjadi asisten sekretaris *mungkin udah sekretaris sekarang*
Saat dia sudah menjalani sebagai pegawai di Bandung, dan saya saat itu disibukan dengan 'pelayanan', kami beberapa kali menghabiskan malam bersama. Seperti zaman-zaman SMA dulu, menikmati olahan ragam masakan, menyaksikan layar besar di malam hari, sibuk menanti angkutan kota, dan menikmati ke-akrab-an ini.
Dan saat ini?
Saya sibuk dengan 'dunia' baru, dan dia? Masih sibuk dengan hidupnya.

'Hai Zie, yuk, nonton bioskop lagi'
=)

Salam akrab Blog,
Bandung, 22 Juni 2012-11.39 WIB
Risma Dwi MW