Saturday, January 24, 2015

Apa ya...?...

Bubbly-Blog, sesungguhnya Saya enggak sesibuk itu sampai enggak bisa nulis.
Bisa banget sih padahal. Hanya saja...
Gini loh, semacam riweuh enggak puguh gitu.

Tahun 2015.
Apa ya yang berubah?
Oh.. Rumah..
Ada beberapa renovasi yang dilakukan.
Enggak besar-besaran, hanya merapihkan dinding yang rada moletek. Itu juga belum semua sih.

Bahasa Indonesianya moletek itu... ini.. Hem.. pecah-pecah retak gitu, sampai membuat si dindingnya murudul..
Murudul itu...
Ah, sudahlah =.=

Januari..
Saya enggak pernah ada masalah sama bulan ini.

Perubahan dalam hidup cukup signifikan sih. Eh, bukan signifikan juga ketang. Kalau untuk Saya sih biasa aja. Tapi beberapa kawan yang mendengar sepertinya enggak biasa untuk mereka =)))

Selain officially an orphan, Saya mulai harus membiasakan diri menjalani umur yang akan dihadapi sebentar lagi yaitu seperempat abad.

Apa lagi ya..?..
Baru itu sih Bubbly-Blog.
Nanti kita berbincang lagi ya.

Bandung, 24 Januari 2015
Salam peluk hangat,
Risma Dwi MW

Thursday, December 4, 2014

Awal Desember di tahun 2014

Selamat Desember, Bubbly-Blog.
Tahun ini tahun yang harus penuh semangat.

Semangat.. Hidup.. =))

Saat ini Saya sedang berada di sebuah tempat yang bersebrangan dengan bangunan yang ciamik.

Setelah mengisi perut dengan enak siang tadi dan menahan emosi agar tidak meluap, Saya menunggu disini terasa lebih tenang.

Angin yang sepoi-sepoi, suara yang tidak bising, ditambah entah mengapa Ipod memutarkan lagu yang lembut-lembut.
Rasanya.. Nyaman sekali..

Beberapa kejadian terakhir dalam kehidupan sih banyaknya Saya merasa jahat. Walaupun orang lain tidak berkata demikian.

Mau meluapkan emosi juga gimana... Tidak meluapkan emosi juga gimana..
Semacam serba salah gitulah, Bubbly-Blog.
Tapi karena Saya niatnya tidak macam-macam, baiknya dijalani saja dulu ya..
Bagaimana akhirnya sih lihat nanti saja. Yang penting sudah berusaha..

Kurang lebih begitulah..

Jika sekarang hampir pukul 4 sore, Saya masih disuruh bersabar sekitar 2 jam lagi.

Mari sabar =)

Bandung, 4 Desember 2014
Salam,
Risma Dwi MW

Monday, November 3, 2014

Saya?!?!

Bubbly-Blog, Saya mau membahas tentang nama.
Bukan, Saya tidak ada masalah dengan nama orang lain.
Saya mau kometar tentang nama sendiri.

Dulu rasanya jarang sekali Saya mendapati nama Saya dipergunakan menjadi nama tokoh utama dalam sebuah cerita/sandiwara/peran.

Tapi rasanya.. Akhir-akhir ini kok sering terdengar ya nama Saya disebut-sebut.

Iya, banyak juga nama orang lain yang sering dipakai. Tapi... Mungkin karena saking jarangnya nama Saya, jadi.... Gitu deh.

Saya sih tidak mempermasalahkan nama Saya yang digunakan.
Yang ingin Saya komentari adalah sifat orang yang menggunakan nama Saya.

Beberapa kali Saya melihat pemerannya itu..... Sebagai peran utama antagonis buat yang lain. Dan keseringan Saya lihat di ftv hidayah di salah satu stasiun televisi. Yang terakhirnya dapat karma, dibenci masyarakat, tidak memiliki apa-apa kecuali penyesalan dalam sisa kehidupannya.

Apa?!

Yang ini mah enggak gitu atulaaah =((

Yang ini mah baik dan tidak sombong.
Eh, sombong ketang. Sombong pisan. Kalau ada yang nyapa suka enggak langsung bales. Bisi salah orang =))))

Dari sekian banyak peran dengan nama yang sama dengan Saya, yang ketauan baru satu kalau itu merupakan peran protagonis bagi banyak orang walau hidupnya penuh dengan cobaan.

Hari ini saja Saya sudah mendengar nama Saya di 2 ftv di stasiun televisi yang berbeda.
Yang satu biduan dangdut dan selalu berpaling kepada pria kaya, yang satu wanita pengadu yang merasa diri paling cantik.

Astaga =(

Ah, da Aku mah apa atuh =(

Bandung, 3 November 2014
Salam,
Risma (ah..) Dwi MW

Saturday, November 1, 2014

November di tanggal pertama..

Selamat malam, Bubbly-Blog..

Malam ini Saya merasa sedikit gelisah karena ingin melakukan sesuatu, tapi bahan pelengkapnya belum punya.

Karena Saya bingung mau melakukan apa, Saya memutuskan keluar rumah untuk membuang tumpukan sampah.
Tapi rasanya.... kalau sekedar buang sampah saja....
Ah, akhirnya Saya memutuskan berganti pakaian, ambil tas dan memakai sepatu. Lalu pergi mencari barang yang Saya butuhkan pada cerita awal tadi.

Mulailah Saya berjalan selepas Maghrib menuju salah satu supermarket yang ada di daerah Jalan Jakarta.

Niatnya hanya mencari 1 barang, jadinya kelepasan. Sekalian saja Saya belanja bulanan.
Berjalan di lorong-lorong yang cukup besar sendirian sambil melihat ke sekeliling dengan riang tetap jadi kesukaan.
Dan rupanya bukan hanya Saya yang memutuskan berbelanja di malam ini. Karena supermarketnya tidak sepi.

Seselesainya membayar barang, Saya kembali berjalan pulang.
Ternyata antara daerah tempat tinggal sampai supermarket tujuan, banyak titik-titik yang digunakan sebagai tempat berkumpul oleh para pemuda.
Walaupun sudah gelap, tapi Saya masih bisa melihat kalau mereka adalah anak muda.

Tadinya sih mau ikutan nimbrung, tapi... daripada kemudian Saya diusir, lebih baik Saya urungkan saja niat tersebut.

Jalan-jalan malam ternyata lebih menyenangkan (eh, jalan pagi sebelum bertemu matahari juga menyenangkan ketang). Mungkin karena sudah lama tidak jalan pagi, jadi ketika jalan malam ini Saya cerianya kelewatan.
Jangan-jangan nanti Saya malah hobi jalan malam =(

Daaaan entah mengapa, semua barang belanjaan Saya diskon, kecuali telur. Semakin menyenangkan bukan.

Jadi Bubbly-Blog,
Selamat 1 November 2014
Salam, Risma Dwi MW

Nb : barang yang Saya cari ternyata tidak ditemukan.. =(

Friday, October 31, 2014

Kakek Gaul

Bubbly-Blog, beberapa hari lalu Saya pergi membeli film seri di salah satu tempat yang sering Saya datangi bersama Kakak Saya.

Kulantang-kulinting sendirian jalan dari balubur ke arah taman sari bawah.

Ketika disana, Saya jadi teringat.
Beberapa waktu lalu, (beberapa bulan lalu tepatnya), ketika Saya dan Kakak Saya sedang mengetes kepingan film itu, disebelah kami ada seorang Bapak yang cukup berumur. Kalau dari perawakannya, rambut putih yang ditutupi oleh sebuah topi, pakaian santai dengan celana bahan, mungkin Kami bisa memanggilnya Kakek.
Dari sekian banyak film yang di coba, tiba-tiba Kakek gaul itu berkomentar,
''Film itu bagus loh. Tonton deh.''

Kami berdua kaget.
Karena sebelumnya Kami tidak berkenalan dengan Kakek gaul itu.
Setelah komentar pertama terjadi, Kakek itu berbaik hati ikut memberitahu mana-mana saja film yang bagus dan harus ditonton dari pilihan-pilihan Kakak Saya.

Sebetulnya Saya berharap bertemu Kakek itu lagi, tapi memang mungkin tidak ada jalannya.
Jadinya Saya tidak memiliki referensi film-film lepas lain.

Dengan mengambil total 33 kepingan kaset, (6 tumpukan film serial dan 3 film lepas), Saya beranjak ke kasir untuk membayar dan menuju arah pulang karena memang sudah inginnya seperti itu.

Semoga suatu saat ketika Saya sudah memiliki cucu, Saya masih punya hasrat untuk datang memilih kepingan film dan bisa memberitahu kepada anak muda disamping Saya mana film yang bisa Saya sarankan untuk ditonton ketika Kami sama-sama sedang mencoba kepingan film.

Bandung, 31 Oktober 2014
Salam,
Risma Dwi MW