Wednesday, June 13, 2012

Buah SIMALAKAMA dengan ronanya..

Selamat Rabu.
Ah, iya saya tau, ini hari-rabu-dimana-kontrabon-itu-tiba-dengan-dekdekannya.
Saya bukan mau ngomongin itu. Untuk itu sih.....
Heeem...
Entah saya yang belum bosan, entah memang penyakitnya yang belum sembuh. Iya betul!! Saya masih sakit. Uwauuuw!! Jadi, hatinya masih saingan sama baja. yes!

Nah, saya mau sedikit bercerita nih Blog.
Tau Buah Simalakama?
Simalakama itu merupakan bahasa melayu. Iya, itu buah. Beneran ada kok.
Kalau dalam bahasa Indonesianya, Buah Simalakama itu sering disebut buah Mahkota Dewa.
Bukan, saya bukan mau menggali tentang khasiat dari buah ini. Saya belum cocok untuk menulis karya ilmiah yang membutuhkan pemikiran kapasitas otak yang maksimal.
Saya hanya ingin mengeluarkan pendapat mengenai Buah ini.

"Bagai makan Buah Simalakama. Tidak dimakan, Ayah mati, dimakan, Ibu yang mati"

(hayoloooh....)

Ada yang pernah dengar peribahasa diatas?
kalau saya tergolong orang yang sering dengar pepatah itu. Malahan saya yang suka membagikannya kepada sesama.
Jadi itu, artiannya, sebuah posisi dimana apapun yang diputuskan, akan berakibat kurang menyenangkan.
Saya sendiri tidak jarang pernah berada di-posisi-sedang-makan-buah-simalakama itu.
Ada banyak kelakuan saat kita berhadapan dengan posisi itu.
Ada yang cenderung ke marah, sedih, nangis semalaman, banyak deh.
Kalau saya... Saya malah cuma bisa ketawa sendiri. Soalnya tidak paham harus berekspresi apa. Ha.. ha.. ha..
Tapi biasanya, saya milih hal yang menyulitkan saya sih dibandingkan menyusahkan orang lain.
Entahlah itu buruk, atau baik. Sepertinya udah masuk kekebiasaan -.-"
Atau seperti karib saya, yang walaupun dia memilih untuk egois, tapi menangis demi seseorang =)
Yakin sih, niatnya baik.
Oh bukan, saya bukan menghakimi seseorang melalui tulisan ini.
Hanya ingin berbagi saja.

Dan dengan keingintahuan saya, saya mencari tahu seperti-apa-sih-buah-simalakama-itu.
Dan.. VOILA!!


Buah Simalakama dengan rona merahnya yang "berakibat-kurang-menyenangkan"

Salam Rabu, 13 Juni 2012 - 15.08 WIB
Risma Dwi MW

Friday, June 8, 2012

Mengenang GALAU INTERNASIONAL di 5 Bulan kurang 11 hari yang telah lewat..

Jumat berkah Blog.
Selamat siang.
Saya sesungguhnya bingung harus berbagi cerita apa hari ini.
Tapi akhirnya saya memutuskan untuk mengenang  #GalauInternasional saya yang terencana sekitar beberapa bulan silam.
Untuk orang-orang yang kenal dengan saya, sudah pasti tau bahwa saya suka sekali akan lagu-lagu Katy Perry. Bukan hanya lagunya, tapi saya juga mengagumi kecantikan Tan-Ket.
Suka nya pake BANGET, BANGETnya pake capslock.

Nah, ceritanya, Tanggal 19 Januari 2012 yang lalu, Katy Perry menggelar konser, "THE CALIFORNIA DREAMS TOUR 2012" di Sentul International Convention Center (SICC).
Saya memang bukan tinggal di daerah Jakarta sih, tapi kan saya kabita. Kabitanya pake BANGET, BANGETnya pake capslock.
(informasi : saat menulis ini, saya penuh emosi. Gemas, kesel, senang, sedih, marah, semua campur jadi satu)

Tentu saja saya senang bukan kepalang.
Saya mencoba mencari info daftar harga tiket.
Mau saya pergi sendiri kek, yang penting nonton dan nyanyi bersama Tan-Ket dan Katycats yang lainnya.
Baiklah, setelah tau berapa harganya, saya membuat cashflow sampai nanti tiba saatnya saya mampu membeli dengan uang saya sendiri.

Daaaaaaaaan..... yang terjadi kemudian adalah. UANGNYA GAK CUKUP. Ah, mungkin lebih tepatnya saat uangnya belum ada, tiketnya udah sold-out. Saat uangnya ada, tiketnya dijual kembali oleh pembeli yang entah sengaja entah tidak untuk tidak bisa menghadirinya, dengan harga yang sangat melambuuuuung tinggi. Yang kalau saya deal beli, gak makan sebulan =(

Sedih?! JANGAN TANYA!!
Kesel?! JANGAN TANYA!!
Kecewa?! JANGAN TANYA!!
Dan akhirnya, saya menetapkan hari itu, tanggal 19 Januari 2012 itu sebagai hari #GalauInternasional.
Kenapa #GalauInternasional ? Karena Tan-Ket itu artis Internasional.
Kenapa #GalauInternasional ? Karena Galau yang terencana dengan baik.
Kenapa #GalauInternasional ? Yaudah sih, suka-suka saya. Saya ini yang ngasih namanya! *sewot.haha

Saya sempat shared di salah satu account jejaring social saya.

"Jangan ingatkan saya ini hari apa. Jangan ingatkan saya hari ini ada apa. Jangan. Sekali lagi, JANGAN!"

Begitulah kira-kira. Ah, saya juga lupa secara detailnya.
Lalu kemudian ada beberapa karib yang iseng, dengan sengaja mengingatkan saya tentang apa yang terjadi dihari itu.
Sengaja mereka, SENGAJA!!

Makin sedih sih sesungguhnya, tapi saya memutuskan untuk sedikit menghibur diri saya sendiri. Hem... Mungkin mencari teman, yang kali aja juga #GalauInternasional.
Ini adalah beberapa kutipan yang saya tulis di jejaring social itu.

"
1. Suka akan katy perry tapi g bs ntn konsernya mlm ini? Sama, saya juga!
Anda Galau?! Saya jg Galau! Mari kita galau barengan.


2. Sudah galau gak ntn konser Katy Perry, di bully pula oleh orangorang.
Merasakannya? SAMA DONG!!!


3. Tapi gak usah khawatir walau galau menerpa, saya mau ngasih tips 
buat menghalaunya. Kita mulai yuk yak yuk.... 

4. Tips 1 : jauhi hal-hal yg membuat ingat akan konser itu. Karna pasti
ada aja beritanya. Malah bikin makin galau kan?!

5. Tips 2 : suka nyanyi tapi malu suara fals? Ini saatnya! Keluarkan suaramu
Indonesia! Lumayanlah keselnya ilang


6. Tips 3 : saatnya memperdalam hobi. Suka nyuri, maka
mulailah belajar merampok. Suka tidur, mulailah belajar mati suri 


7. Tips 4 : Jauhi lagu-lagu berjudul 'Thinking of you' 'the one that got
away' 'i'm still breathing' 'california gurls' 'TGIF' 'teenage dream' 


8. Tips 5 : beritahukn pada sluruh jejaring sosial anda bahwa anda sdg 
galau. Carilah teman dgn galau yg sama. Anda tdk sendiri *tepokBahu


9. Tips 6 : tapi dimanamana ada beritanya. Trus hrus gmn? Anda semakin galau?
SAMA DONG!! 


10. Tips 7 : Gak bs buat g denger/ nyanyiin lagu Katy Perry walau sehari? Jauhi
semua benda yg bisa menimbulkan suara. Termasuk pita suara.


11. Tips 8 : Masih tetep galau? Yg daerah sekitarnya hujan, main hujan gih sana.
Eh makin galau ya? SAMA!!!!!


12. Tips 9 : Berdoa aja Tahun depan tante Katy Perry nya ke indonesia lagi.
Ucap barengbareng yuk, 'Amiiiin....'


13. Tips 10 : Udah ngelakuin semuanya tapi tetep galau??
SAYA JUGAAAA!!! HUWAAAAAA..........


14. Tips 11 : Tetapkan hari ini sebagai Hari Galau Internasional. Dan
katakan kpada dunia, 'Saya mempunyai Galau yang terencana' keren bukan?


15. Tips nya gak manfaat? Yaudah sih saya juga lgi galau garagara
tipsnya g bisa saya terapin. Ya samasama Galau deh kita #tossDuluDong!


16. Ya seenggaknya judul galaunya keren, 'Galau Yang Terencana' 
Wuuiidiih..


17. Sekian dulu Tipsnya. Saya mau galau lgi. Butuh teman galau karna g 
bisa ntn tante Katy Perry? Galau bareng yuk.


18. Udah gak galau? Yakin? Konsernya tante Katy Perry mulai 25menit lagi loooh.
Galau lagi gih #GalauInternasional
"

Setelahnya saya sadar, saya malah semakin galau. Ya, #GalauInternasional
Selain itu juga, saking saya #GalauInternasional-nya, saya bahkan menulis cerpen berjudul,

"Senyuman untuk Katy Perry"

Sebagian lagi nyata dengan segala perasaan didalamnya, dan sebagian lagi ada bumbu fiktif. Tapi tidak dilebihkan kok, hanya sekedar rekayasa saja.
Selebihnya......
Tentu saja #GalauInternasional!! Gausah ditanya itu mah huhu =((

Tapi, saya menetapkan #GalauInternasional-nya hanya 1 Hari itu saja. Hanya ditanggal 19 Januari 2012 itu saja.
Hebat bukaaaan????
#GalauInternasional itu luar biasa.
Terencana, teratur, dan KEREN!!
Hem...
Heem....
Heeem.....
Heeeem......
Tuhkan... Udah ah, saya jadi galau ini gara-gara mengenang #GalauInternasional -nya Tan-Ket.
Tapi saya pastinya berharap. Kalau nanti Tant-Ket ke Indonesia lagi, saya usahakan untuk membeli tiketnya dengan uang sendiri tanpa tundaan *YES!

Dear Tante Katy Perry... Risma... Padamu.... Selalu... Sampai berjumpa.... Muah....


Salam Jumat ya Tan-Ket, eh, Blog.
Bandung, 08 Juni 2012, 12.34 WIB
Risma Dwi MW
*dalam #GalauInternasional-nya*


Thursday, June 7, 2012

Menikmati hujan di 104 hari yang lalu...

Dear Blog.
Apa kabar?
Kamis ini, matahari pagi malu-malu untuk berpandangan dengan sawah dan pohon. Dan sinarnya baru terasa di waktu siang setelah hujan mereda dari semalam.
Saya mau menceritakan hari kemarin ya Blog.
Soalnya ada beberapa hal yang membuat saya mengingat masa lalu =)

Iya, iya, saya tau. Kemarin itu Rabu. Rabu adalah hari dimana-kontrabon-tiba-samadengan-bukakurung itu.
Tapi kita tinggalkan sejenak masalah itu karena Sang Maha Menyelamatkan pastinya selalu bermurah hati menolong saya =)

Diluar dari perasaan dekdekan ditiap rabu, saya melihat sosok yang saya kenal selintas, dihari hujan saat 104 hari yang lalu.
Bagaimana saya tau? Tentu saja saya menghitung harinya.

Hari hujan, dan saya berkalikali melihat jam tangan yang terletak dibagian lengan kiri.
Memang belum terlambat sih. Tapi saya takut di tinggal. Ah ditinggal karna apapun saya juga gak tau.
Tapi walaupun sudah berlindung dibalik payung ungu, ternyata air yang datang melebihi perkiraan.
Saya berteduh di sebuah saung yang tidaklah besar tapi mampu menampung untuk sekitar 20 orang.
Sedikit takut sebenarnya. Karena disaung ini hanya ada saya, dan sesosok yang hem.. sulit saya sebutkan. dikarenakan keinginannya untuk merubah gendernya (mengerti maksud saya?).
Saya diajak berbincang beberapa hal olehnya.
Dia yang menceritakan tentang kehidupannya, mantan kekasihnya, tentang pekerjaannya, hal yang tidak dia sukai.
(Ya, terkadang kita hanya butuh untuk didengarkan.)
Tidak usahlah mengeluarkan penilaian yang buruk terhadap pilihan hidup seseorang. (Hem.. saya gak akan ngebahas tentang itu sih, dicerita kali ini)
Merasa memiliki teman baru.
Hingga saya harus berjuang melawan air untuk berebut posisi penghabisan waktu sepertiganya setiap hari.

"Mbak Risma, saya doakan mbak keterima kerjanya ya. Makasih loh karena udah mau ngedengerin cerita saya. Nanti kapan-kapan main ke Dapla, saya suka kerja disana, biasa, ngamen, hihi. Sukses buat Mbak Risma"

Daaaan VOILA!! Saya keterima kerja disini, sudah memasuki usia hidup 4 bulan dengan segala euforianya.
Sampai saat saya keluar untuk menghadap Sang Maha Penyelamat, sosok itu melintas di samping tubuh bagian kiri, masih dengan gaya yang sama, perawakan yang sama, tingkah yang sama pula. Semoga kehidupannya sekarang lebih baik.
104 hari yang lalu. Ya, 104 hari yang lalu, di Jumat berteman hujan saat saya berkemeja ungu kontras dengan payung yang terbentang menunggu reda dalam penghidupannya.

Dalam perjalanan kembali untuk menguras otak, hujan perlahan menyapa tanah, dan saya menikmatinya.
Walau membawa peneduh, tapi enggan rasanya membentangkan payung ungu itu.
Heeem.. Dan saya teringat...
Kira-kira, kenangan yang tak seberapa itu, masih terpatri gak ya, dalam memorinya?
Hingga keinginan terbayang, saya mendatanginya, lalu berucap,

" Hai mbak Angel, masih ingat saya?"

=)
Salam Kamis sore ya Blog, 16.05 WIB
Bandung, 07 Mei 2012, Lodaya 103
Didepan komputer yang 'bekerja',
Risma Dwi MW

Tuesday, June 5, 2012

Tawaran kerja penuh semangat dengan pembelajaran yang menggetarkan hati..

Halooo.........
Di Sabtu, 2 Juni 2012 ini. Heeeem..
Sepertinya saya ingin menceritakan hari kemarin.
Setelah dibuka di awal Juni dengan manis. Ya, manis.
Laluuuuu selama full seharian, semangat saya menggebu-gebu.
Mungkin dampak efek positif yang disebabkan oleh mentari yang malu-malu bersua dengan rerumputan.
Juga dengan manisnya pagi saat pengumuman juara perebutan kebaikan.
Diteruskan bersua berbagi cerita dengan karib lama di setiap jumat.
Nah, ini yang akan saya ceritakan.
Karib saya yang satu itu, termasuk karib yang mampu bertahan lama dengan keaktifan saya selama kurang lebih 8 tahun (uwauuuw!!)
Dia menawarkan pekerjaan kepada saya.
Saya ceritakan sedikit tentang kantornya.
Dia itu bekerja pada sebuah perusahaan properti.
Dan kebetulan, diperusahaannya itu, Administrasinya resign.
Berhubung saya masih dibagian administrasi keuangan, dia sangaaaat ingin saya bekerja di kantornya yg skrg.

" Ayo dong ma. Kamu kerja dikantor aku. Enakeun tau. Kita kan mau pindah kantor. Trus si boss teh bilang dikantor yang baru nantinya ada ruang buat tidur. ASTAGA..... Mana ada boss yang nyuruh karyawannya istirahat coba ma?! Pokoknya kamu harus ngelamar dikantor aku. Setiap hari ya, Bibi slamet pasti aja masakin camilan. Entah bala-bala, gehu, atau apa kek. Pokoknya masakin jajanan, enak-enak pula."

me : trus risma mesti keluar dari kantor yang sekarang?

" IYA DONG!! HARUS RESIGN!!"

me : tapi kan kesana tu gak ada angkot

" Ya bareng aku doooong... Perginya kan bisa bareng. Kalau pulangnya.... ah, banyak yang bakalan nganterin kok. Banyak cowo kok dikantor. Mana tega mereka ngebiarin. Ayolah maaaa....."

Itulah tadi sekilas perbincangannya.
Tawaran yang menarik? Tentu saja. Dengan salary yang lumayan, dan makan siang dan camilan yang disediakan oleh kantor. Belum ditambah embel-embel dianterin pulang.
Heeeem...
Mungkin itu tawaran yang bisa saya pikirkan..

Setelah menguras keringat demi kesehatan, saya pulang masih dengan keriangan yang sangaaaaaaaat menggebu.
Sampai rumah disambut ceria oleh kerabat jauh juga calon mertua bagi suami saya kelak.
Dengan kelimpahan lambung yang penuh, hingga saya mendapatkan kabar dari percakapan om dan ayah saya.

"Jadi dek, ayah tadi bilang, uangnya buat modal nikah adek nanti.."

TARAA!!! Kaget?! Tentu saja. Jarang-jarang ayah saya ngomongin itu. Haha.

Daaaaan,,,, kita masuk ke Sabtu ini.
Apa ya.
Saya itu tergolong orang yang gak mau ngebuat orang lain kecewa.
Jadi ceritanya, disiang hari ini, saya ngebuat seseorang kecewa.
Sebenernya sih mungkin masalah itu ada jalan keluarnya.
Tapi, hati saya itu bukan besi, bukan baja. Dia adalah sponge.
Kenapa saya sebut sponge.
Karena sponge itu menyerap, dan memerlukan waktu untuk mengering juga kembali seperti semula.
Dan saya merasakan Galau. Iya, galau lagi. Bisa aja deh itu galaunya di tiap sabtu. Padahal kan besoknya mau guling-guling. Huhu.
Lebih ke kecewa sih.
Kecewa sama diri saya sendiri yang sudah mengecewakan orang lain.
Dan malamnya saya depresi.

=((

*emot sedih dulu

Rasa galaunya melebihi rasa jatuh cinta *waduh -.-"

Dan saat tiba dirumah setelah menghabiskan waktu bercengkrama dengan 2 orang karib yang menceritakan kehidupan di masa datang bersandingan dengan tawa dan keriuhan yang dibuat di CK dekat BIP, saya hanya ingin terlelap.
Terlelap dalam tidur yang nyenyak. Yang hanya saya, Tuhan, dan mimpi.

Menceritakan semangat dengan pembelajaran panggilan lembut yang membuktikan bahwa saya salah itu... sangatlah bertolak-belakang.
Mungkin karna saya menggunakan hati juga.
Ah, entahlah.
Salam lemah ya, Blog..
Risma Dwi MW


Friday, June 1, 2012

Mei yang dibuka oleh Juni manis..

Hulahup Blog!!
Selamat Jumat siaaaang...
Perasaan tanggal 1 Juni ini rupa-rupa.
Tapi, lebih banyak ke senangnya sih.

Mulai dari kemarin ya.
Ya, saya masih berangkat ke rumah-yang-sepertinya-nanti-akan-saya-jadikan-rumah-ketiga.
Seperti biasanya pula, saya datang lebih cepat dari pada disiplin.
Yang akan saya bagikan disini adalah cerita yang terjadi saat saya melangkah menuju angkutan yang membawa jiwa secara pasti.
Bertemulah dengan tetangga yang memberikan kepedulian lebih dengan kata sapanya,
dan terjadilah pertukaran kata itu.

me : Selamat pagi pak.
he : Pagi. Mana undangan?
me : undangan? undangan apa pak?
he : undangan nikahnya lah?

*sejujurnya, saya sedikit tersentak kaget.*

me : Amiiiin Ya Allah, doain aja pak.
he : iya mana makanya. Cepetan ya, ditungguin loh.
me : iya Pak. Amiiin.. doain ajaaaaa

Ucapan adalah doa, itu yang selalu saya ingat.
Amiinkan dulu saja tidak dosa kan =)

Dengan melangkah riang, saya menjalani hari di Kamis 31 Mei 2012 lalu.
Ah, berasa lama, padahal, baru saja beberapa jam yang lalu.
Khas dengan ketawa gelinya, pemikirannya, tekanan baiknya.

Oh.
Hati saya kali ini tidak terbuat dari baja, tetapi dari kopi robusta yang menyebabkan perihnya luka dilambung *ukh. Perihnya menggedor dengan kuat!

Sampai rumah ditemani dengan rembesan air yang setia pada bahan pakaian.
Melewati seperempat malam dengan kekesalan dan memejamkan mata dengan harapan yang baru.
Okai.
Saat diwajibkan untuk bangun dan bertengkar dengan kantuk, banyak harapan baru yang terkuak di awal Juni ini.
Dengan kesiapan dari bahan pembangunan Jumat yang ada, saya menjelajah dunia maya sesaat.
Dan apa yang saya temukan?
Tentu saja kebahagiaan kecil.

Saya memenangkan sebuah lembaran bacaan yang dicetak oleh komputer dan dikumpulkan menjadi satu lalu ditutup oleh bahan kertas yang lebih keras.
Ya, sebuah bacaan baru yang tidak sabar saya terima.

Pembuka Juni yang sangat manis.
Semoga kemanisannya tidak pudar oleh kelalaian dan buruknya prasangka terhadap kenyataan ya.

"Hai Juni, temenan baik yuk, dengan manis dan kasih sayang, juga kenangan indahnya."

Salam Jumat manis ya, Dear Blog.
Bandung, 1 Juni 2012
Risma Dwi MW