Sunday, September 10, 2023

Streaming Gratis Full Movie One Piece Live Action season 1 sub indo




Streaming gratis One Piece Live Action season 1.

Sinopsis: Monkey D. Luffy dan krunya menjelajahi dunia fantastis berupa samudra tak berujung dan pulau-pulau eksotis dalam pencarian harta karun terbesar di dunia untuk menjadi Raja Bajak Laut berikutnya.

Selamat menonton!

one piece live action  : Episode 1
                                     Episode 2
                                     Episode 3
                                     Episode 4
                                     Episode 5
                                     Episode 6
                                     Episode 7
                                     Episode 8

streaming gratis, nonton gratis, one piece live action, film terbaru, film bagus, film rekomendasi, free streaming, full movie sub indo

Wednesday, April 7, 2021

Two side to every story, kalau kata tante Katy

Selamat pagi Bubbly-Blog..

Selamat hari rabu..


Sesungguhnya saya ingin bercerita di hari kemarin, tapi ternyata dengan adanya beberapa kejadian yang diluar rencana, jadi terurungkan..

Ini bermula dari malam sebelumnya.. Ada satu sisi cerita dari saya yang selama beberapa jam menunggu hal yang kurang pasti.

Sampai saya tertidur, dan tetap belum dapat jawaban atau respon yang diharapkan.

Hingga keesokan harinya, saya mendapatkan info perihal satu sisi cerita yang lainnya. Lalu saya sedikit tertegun, karena ada cerita yang baru saya tau.

Kenapa saya baru tau? Ya karena saya tidak di infokan apapun dari pihak manapun. Im not a psychic, you know :')

Setelahnya terngiang lagu tante Katy Perry, "It takes two, two sides to every story"


Dan setelah itu ada kejadian yang membuat saya speechless..


Yes it is takes two.... not just their story, mine's included.. I am the other side of their story :')


Sampai malam pun saya masih speechless..

Ketika salah satu karib bertanya apa yang saya rasakan.....

Apa ya... Lebih ke sedih... lalu saya menjawab, "... seperti merasa di khianati.."


Terima kasih selasa,

Selasa baik..


Bandung, 7 April 2021

Salam,

Risma Dwi MW


Sunday, March 14, 2021

Curiosity killed the cat...

Hai Bubbly-blog..

Sesuai dengan judul, saya akan bercerita sedikit awal mula saya tau idiom itu..

Bulan lalu sepertinya, ada satu serial drama korea yang saya tonton (karena genre dan pemeran utama laki-lakinya saya suka), lalu tiba-tiba idiom itu muncul..

"Curiosity killed the cat....."
Dan kemudian muncul flashback pada salah satu pemeran wanitanya..

Entah kenapa saya langsung suka deh tuh sama idiom itu..
Mulailah saya mencari tau tentang pengertiannya..

Ada beberapa pengertian sih, dan ternyata idiom tersebut hasil modifikasi karena idiom aslinya bukan itu..

Oke baiklah, saya enggak akan ngebahas tentang asal mula idiom ini, digunakan sejak tahun berapa, atau penggunaan nya bagaimana ya..

Curiosity killed the cat (dari yang saya tangkap pengertiannya) adalah suatu idiom yang mengungkapkan lebih baik enggak banyak tanya atau lebih baik tidak usah tau banyak karena akan menimbulkan bahaya, untuk kita atau untuk orang lain..

Hmm... Menarik ya....

Entah deh nyambung apa enggak, cuma kalau saya berpikir untuk akan kepo atau mencari tau tentang suatu hal, saya suka bilang ke diri sendiri, "Risma, curiosity killed the cat..", dan saya memutuskan untuk berhenti..
Semacam kalau tau lebih banyak malah akan menimbulkan rasa sakit.... untuk banyak hal ya Bubbly-Blog..

Menarik..

Seperti malam ini,
"Curiosity killed the cat, Risma.."
dan saya memilih untuk tidak melihat lebih lanjut..

Bandung, 14 Maret 2021
Salam,
Risma Dwi MW

Saturday, March 6, 2021

Just an outsa.....

 "Just an outsa...."


Itu yang dua hari lalu saya katakan kepada diri saya Bubbly-blog..

Saya kenal istilah itu, tapi tidak menyangka akan saya utarakan..


Saya pulang berjalan kaki lagi seperti hari sebelumnya..

Dengan waktu yang lebih cepat dari hari sebelumnya..

Kondisi hujan yang lebih deras dari gerimis pada malam sebelumnya..

Dua angkot sudah lewat dengan membunyikan klakson berharap saya menaiki salah satu diantara mereka..

Tapi entah kenapa kaki ini bukannya berhenti tapi malah melanjutkan perjalanan tanpa melihat kiri dan kanan..


 "Just an outsa...."

Kalimat itu yang saya utarakan lagi..

Perasaan saya penuh dengan hal-hal yang tidak ingin saya pikirkan tapi jadi kepikiran.. Padahal selama ini saya berusaha untuk tidak memedulikan hal itu sama sekali (lebih tepatnya hal-hal, karena lebih dari satu)


Perjalanan sekitar 45 menit sudah saya persiapkan untuk hati dan kaki juga sudah disetel lagu yang akan on repeat sampai saya tiba di rumah nantinya..


 "Just an outsa...."

Pergulatan hati antara menyebutkan kalimat itu dan "Enggak usah dipedulikan, Ma...." berulang setiap 2 menit sekali sepertinya..


Sampai pada 15 menit pertama..

Saya tiba di pertigaan yang tidak jauh dari pom bensin jika akan belok ke arah kiri..

Saya tersenyum.. yang membuat saya tersenyum adalah yang saya dapatkan pada siang harinya..

Dan tau apa Bubbly-blog?

Setelah saya tersenyum karena hal yang menyenangkan, kemudian semua kenangan-kenangan yang menyenangkan memenuhi pikiran saya.. Kenangan yang tahun lalu, beberapa bulan lalu, kenangan bulan sebelumnya, kenangan menyenangkan di minggu sebelumnya, bahkan hari kemarennya dan di hari itu..


Saya tersenyum sambil bersenandung kecil menemani Michael Buble menyanyikan lagu yang saya siapkan on repeat..

Saya tersenyum walaupun sambil tetap berkata "Just an outssa...."

Langkah kaki saya semakin ringan.. dengan merasakan hujan dibawah payung.. dengan merasakan basahnya tas karena payung yang saya gunakan tidak menutupi semua.. dengan merasakan cipratan air yang terkena akibat kencangnya kendaraan yang melewati saya.. dengan merasakan basahnya sepatu karena berjalan melewati genangan air..dan saya senang sampai 30 menit kemudian ketika mulai menapakan kaki di depan komplek rumah saya..


Jika saya harus menjadi seorang outsa, saya harap saya bisa menjadi seorang outssa yang happy dan mereka berharap menjadi seorang outsa yang seperti saya.. hahaha.. aamiin..


"Close your eyes, let me tell you all the reason why you're never gonna have to cry......"

Terima kasih mas Buble..


Bandung, 6 Maret 2021


Salam,

Risma Dwi MW


Friday, March 5, 2021

Yang tidak disadari...

Hai Bubbly-blog...

Saya mau menceritakan tentang hari kemarin..

Kemarin ketika saya akan berangkat ke kantor, pikiran saya dipenuhi oleh banyak hal..

"Another day, another problem, another happiness..", itu yang saya katakan ketika bangun pada subuh hari..

Dan penuhnya pikiran saya masih ada sampai saya naik angkot menuju kantor.. Mulai dari kekhawatiran kemarahan orang lain, kekhawatiran kekecewaan orang lain, kekhawatiran apa yang akan terjadi hari ini, kekhawatiran ini dan itu dan banyak lagi..

Sampai ada satu daerah dimana angkot yang saya tumpangi melewatinya, lalu saya tersenyum..

Setelah saya tersenyum, kemudian point of view saya jadi berubah...
Ada beberapa hal menyenangkan yang tidak disadari ternyata terlewat oleh saya.. Seperti keceriaan anak dan ayahnya yang sedang ngobrol asik dipinggir jalan dan itu bisa membuat saya tersenyum, atau ada teteh-teteh cantik dengan bulu mata lentik yang satu angkot dengan saya dan itu bisa membuat saya tersenyum, atau mang angkot yang sedang menyupir menggoda rekan sesama angkot lainnya lalu mereka tertawa dan itu bisa membuat saya tersenyum... atau langit-langit angkot yang saya naiki ditutup sepenuhnya oleh bahan kain yang memiliki motif boneka yang menggemaskan dengan warna-warna lucu dan itu juga bisa membuat saya tersenyum..

Setelah saya tersenyum, perjalanan menjadi terasa lebih menyenangkan loh Bubbly-blog, walaupun sisa perjalanan hanya tinggal beberapa menit lagi..
Alhamdulillah..

Saya berpikir, pemaksaan senyum, jadi membuat otak dipaksa untuk membayangkan hal-hal yang menyenangkan.. Alhamdulillah..

Jadi, Bubbly-blog, jangan lupa senyum di hari ini ya..

Bandung, 5 Maret 2021

Salam,
Risma Dwi MW




Wednesday, March 3, 2021

Hal menarik....

 Hai Bubbly-Blog..

Selamat bulan Maret..


Di hari ketiga dibulan ini, saya akan membahas hal yang menarik..


Pernah enggak sih tersinggung karena hal yang awalnya mungkin enggak niat dibikin tersinggung, tapi malah jadi tersinggung..


Gimana ya saya menceritakannya..

Dari awalnya yang bercanda, kemudian lama kelamaan jadi berbentuk sarkasme (dengan adanya nada bercanda tentunya). Yang awalnya orang yang ditujunya biasa aja, lama kelamaan jadi merasa tersinggung..

Lalu kemudian semua hal terasa salah. Entah yang disengaja ataupun tidak disengaja, entah yang dipersilahkan ataupun berbentuk suruhan..

Sebetulnya ingin sekali saya ceritakan sekaligus dengan contoh kasusnya..

Hanya saja, hem... gimana ya.. takutnya malah membela satu dan tidak membela lainnya (atau ada yang merasa demikian)..


Pasti ada satu masa dimana bercandaan yang sama sudah tidak lucu..

Atau ada satu masa dimana orang yang dituju sedang tidak ingin bercanda..

Diluar dari maksud dan tujuan orang yang memberikan candaan "hanya sekedar" candaan, tapi terkadang enggak semua "hanya sekedar" bisa diterima semua orang..


Saya sih hanya berharap, yang terbaik ya..

Jika ada ketersinggunggan, bisa terselesaikan.. Baik ada nya kata "maaf" ataupun tidak..

Jika ada nya rasa kesal dan marah, hati menjadi dingin dengan segera.. Baik adanya masa bertemu ataupun tidak..


Bingung enggak sih sama pembahasan saya kali ini? Hahaha...

Saya sih gatel ini jari pengen beberin disini semuanya.. (bahkan sampai pihak tersinggung memberikan suatu keterangan) tapi.... harus di tahan saja dulu ya..

Banyak sih harapan saya.. semoga semuanya baik-baik saja..

Demikian kali ini ya Bubbly-Blog..

Dadah..


Bandung,

3 Maret 2021

Salam,

Risma Dwi MW

Tuesday, February 23, 2021

Seperti ingat masa lalu..

Dear Bubbly-Blog...

Sebetulnya ini cerita di hari sabtu pada tanggal 13 februari 2021, minggu yang lalu..

Karena satu dan lain hal yang menjadi alasan (dan kalau diceritakan akan panjang sekali), jadi dari 16 orang total karyawan kantor, yang masuk kantor dihari itu hanya 4 orang (saya salah satunya)..

Dengan kesunyian yang ada dan orang-orang yang pada kerja (sambil ngobrol tentu saja) hanya di lantai 2 (kebetulan kantor saya ada 3 lantai), terasa sedikit sepinya..

"Kayak kantor milik sendiri ya", 2 orang desain mengatakan demikian pada waktu yang berbeda..

Lalu ingatan saya kembali kepada masa beberapa tahun silam..
Ketika saya selalu sendiri di setiap waktu senin hingga sabtu, mulai jam 8 pagi hingga 4 sore..
Dari mulai membuka pintu setiap pagi dengan kunci yang dibawa sendiri sampai dengan menutup pintu yang kuncinya akan saya bawa pulang disetiap sore hari..

Di kantor yang sekarang masih bisa saya sedikit senda gurau dengan beberapa orang sambil bekerja. Tapi pada tempat yang muncul di ingatan saya, senda gurau hanya saya dan 1 orang lainnya yang belum tentu diam dikantor seperti saya yang selalu siap di depan layar komputer.

Ada kekangenan yang saya rasakan pada masa itu.. Entah perjalanan menuju kantornya, penceritaan kesehariannya, kejadian yang terjadi dikehidupan pribadi di masa-masa itu, perjalanan pulangnya, masih seringnya mendapat kabar organisasi dari kampus saya sebelumnya (walau udah jadi alumni), dan banyaklah..

23 bulan, untuk saya sih bukan waktu yang sebentar ya..
Ya, betul, saya disana 23 bulan.. 

Jadi perasaan yang saya rasakan di 13 februari lalu adalah perasaan yang saya juga rasakan disetiap hari ketika dulu menjalani 23 bulan tersebut..

Selamat hari selasa, Bubbly-blog..
Jangan lupa berdoa dan banyak minum air putih..


Bandung, 23 Februari 2021 
Risma Dwi MW

*WAUW! Membahas 23 bulan di tanggal 23 








Saturday, February 13, 2021

Selamat datang 31

Hai Bubbly-blog.. *kiss


Sebelumnya, saya ingin menceritakan sesuatu..

Jadi, saya kan udah keterima kerja lagi ya.. tapi entah kenapa saya enggak mau gitu orangorang yang enggak harus tau, jadi tau.. Eh, gimana ya.. maksudnya enggak harus lah orangorang teh tau.. eh gimana ya.. gitulah pokoknya..

Lalu kemudian, berdasarkan hari dan tanggal yang terjadi, ada salah satu karib saya yang ternyata kesebut saya sudah kerja, yaudah deh sekalian aja saya biarkan dunia tau hahaha..


Nah.. yang udah udah nih, penyesuaian yang disebutkan di postingan sebelumnya saya suka Januari dengan segala isi di dalamnya, saya hari ini mau menceritakan yang terjadi di tanggal 26 bulan lalu..

Di luar dari banyak nya doa yang saya terima (Alhamdulillah), ada kejadian di kantor.. 

Salah satu admin (yang ramah sekali kepada klien), tiba-tiba ditanya apa sudah beribadah atau belum..

Bukan! Saya bukan ngurusin ibadah orang ya.. Cuma, hal itu membuat saya bertanya, "Lah tumben bener ngurusin ibadah untuk yang perempuannya" lalu ternyata di panggil lah admin ini ke bawah.

Sekitar 5-10 menit kemudian, dia ke atas sambil misuhmisuh dan muka muram.. sambil menceritakan bahwa ada masalah sama salah satu klien (yang kebetulan baru aja saya temui malam sebelumnya sampai maghrib dengan pulang basah kuyup karena kehujanan).. 

Saya yang sedikit kaget jadi bertanya-tanya dong ya.. Si desain aja kan masih belum selesai revisi, kenapa klien marah atau ngomong enggak enak padahal desain barunya aja belum sampe ke tangan dia.

Terus saya tanya ke yang ngebuat desain, "Desain revisi belum dikirim kan?" dan dia bilang "Iya belum, belum selesai" (yang ternyata admin ramah ini ngiceupngiceup dong ke si anak desain)

Terus si admin ramah luar biasa ini bilang "Udah kok, udah dikirim kan tadi?! Soalnya ngomongnya itu kayak enggak enak gitu loh Bu, bukan di hp admin yang ini, tapi di hp admin yang dibawah"


Nah.. mulai kan tuh makin bingung..

Yaudah deh saya berpikiran, nanti deh saya yang langsung menghubungi kliennya, ya kalau ada masalah mungkin bisa didiskusikan kan..

Kembali deh saya ke meja saya.. sambil saya baca lagi si catetan yang saya catet ketika berada di rumah klien.


Kemudian muncul deh dari bawah ada yang bawa kue ulang tahun beserta lilinnya yang sulit untuk dipadamkan, "Katanya mau dibikin nangis, mana kok enggak nangis?", itu adalah komen pertama setelah dinyanyikan lagu Happy Birthday. Lah? Gimana gimana?? PANTESAN.. Kok ya ada beberapa kejadian yang janggal gitu.. Setelah kejadian, saya kepikiran, coba deh kalau tadi saya nyelonong ke bawah ngambil yang katanya hp admin yang 1 lagi, kayaknya rencananya bakal selesai atau gagal, karena ketahuan ada kue yang udah disiapin..

Mana sudah ada obrolan "Jangan ditiup ya, korona", susah payah deh memadamkan lilin yang nyala lagi nyala lagi itu..


Alhamdulillah dapet kue, dibagi-bagi ke semua rekanrekan yang sebelumnya sempet bikin heboh ngucapin satu-satu di grup besar kantor..


"Selamat datang 31, semakin baik-baik aja yuk kita.." 


Bandung With Love,

13 Februari 2021

Risma Dwi MW







Monday, January 18, 2021

Postingan pertama pada bulan pertama di tahun pertama tahun ini (panjang bener ini judul hahaha)

 Hai Bubbly-blog *lopelope


Setelah tidak ada lagi berbagi kabar setelah Juli 2018 lalu, Saya mencoba lagi untuk menulis di hari ini.

Sepertinya tes otak untuk bercerita sudah hampir tidak pernah di lakukan..

Jadi, hari ini saya mau melakukan tulis-menulis lagi..


Januari..

Seperti yang sudah-sudah, saya menyukai bulan januari. Di luar dari adanya sedikit ke kagetan yang menuju kesedihan.

Bagaimana ya saya memulainya.... Padahal ini seperti penyakit yang di cari sendiri..

Ingin rasanya meng-"iyaaaaaa"-kan yang sempat terbahas oleh saya dan salah satu karib saya.. Tapi, saya memilih untuk tidak menjawab dan tidak meng-iya-kan hal tersebut..


Januari..

Bulan baru yang saya rasa membuka rezeki.. entah dalam bentuk rupiah atau pun bukan..


Januari..

Bulan yang saya bertemu lagi dengan orang-orang baru.. Ada yang senasib (yang mungkin orangnya enggak sadar kalau saya senasib dengan dia), ada yang saya masih meraba bagaimana baiknya agar lancar berkomunikasi, ada juga yang beberapa tabiatnya sudah pernah saya hadapi sebelumnya (bisa jadi karena serupa dengan teman atau karib atau kenalan saya lainnya)..


Januari..

Bulan yang ada ketakutan.. Sisa trauma yang berjalan hanya 2 minggu.. (di bulan september sebelumnya) yang membuat saya masih merasa krisis kepercayaan diri dan sedikit ketakutan (masih ketakutan)..


Tapi, seperti yang sudah saya sebutkan, saya masih suka dengan bulan januari.. 

Semoga postingan pertama pada bulan pertama di tahun ini membuka hal-hal yang baik.. Aamiin..


Bandung, 18 Januari 2021

Salam,

Risma Dwi MW

Tuesday, July 3, 2018

Cerita dari 3 kawan karib

Udara juli di 2018 yang tidak bisa diprediksi.

Tidak hujan, tetapi terpaan angin lembut terasa dingin di malam ini.

3 kawan karib memilih untuk duduk dipojok sambil bercerita.

 

Tuhan memilih selasa menjadi salah satu hari dimana hati terasa penuh dengan perasaan yang sulit terungkapkan.

3 kawan karib memilih untuk duduk dipojok sambil bercerita.

Perasaan yang sama, dengan beda cerita.

 

Perasaan pertama, pendesakan keadaan kehidupan yang membuat keluar dari ruang nyaman.

Otak yang penuh dengan perasaan tidak puas akan diri sendiri.

Berusaha untuk memperlihatkan tanggung jawab yang dibutuhkan.

Kekhawatiran berlebih untuk hal yang belum terjadi.

Memilih untuk banyak merenung dan terbangun sebelum yang seharusnya.

Mengasihani diri sendiri.

 

Perasaan kedua, pengucapan selamat tinggal kepada seseorang yang diinginkan bisa menjadi masa depan.

Atau mungkin bukan.

Tapi tetap membuat hilangnya rasa panca indera.

Karena perpisahan yang berbeda kehidupan.

Di tengah suntuk dan sensitifitas yang dirasa semakin menjadi.

Mundur perlahan dari keseharian yang dirasa kurang menjadikan dewasa.

Mengasihani diri sendiri.

 

Perasaan ketiga, berusaha untuk mencerna informasi yang telah diterima.

Pemendaman penceritaan bertahun yang dirasakan sendiri yang sudah jelas membuat tidak nyaman. 

Bersembunyi dibalik doa dan pengharapan yang tidak akan pernah terjadi.

Berujung dengan menutup paksa kekuatan di masa lalu.

Mengasihani diri sendiri.

 

3 kawan karib memilih untuk duduk dipojok sambil bercerita.

Perasaan yang sama, dengan beda cerita.

 

Membutuhkan penghiburan kata.

Atau mungkin lebih dari kata.

Sehingga memunculkan “Cerita”.

 

3 kawan karib memilih untuk duduk dipojok sambil bercerita.

Perasaan yang sama, dengan beda cerita.

Ya, Tuhan memilih selasa ini menjadi salah satu hari dimana hati terasa penuh dengan perasaan yang sulit terungkapkan.

 

Bandung, 3 Juli 2018

Risma Dwi MW

*mungkin penghiburan kata tidaklah cukup.. ya.. mungkin.. tidak cukup..

 

Friday, April 27, 2018

Terbaring

Aku melihatmu terbaring dihadapanku

Dibalik jenis kaca tebal ini

‘Aku sedang bukan Aku’, ujarmu

Penyakit itu

Aku mengetahuinya di waktu terlambat

 

Aku melihatmu terbaring dihadapanku

Dibalik jenis kaca tebal ini

Argumenmu dengannya

Aku bisa mendengarkan dengan sangat jelas

 

Aku melihatmu terbaring dihadapanku

Dibalik jenis kaca tebal ini

‘Tolong bunuh saja Aku. Ini terlalu berat’

Apa yang kau harapkan? Dia membunuhmu?

 

‘Berhentilah!’

Apa kau mendengarku?

‘Berhentilah!’

Ada cara yang bisa dilakukan

Bagaimana caraku meyakinkanmu?

 

Aku melihatmu terbaring dihadapanku

Dibalik jenis kaca tebal ini

Perkelahianmu dengannya semakin intens

 

Lalu waktu berhenti

Dia membisu

‘Terima kasih’, ucapmu tersenyum

‘Maaf’, tutupmu

Pupilku membesar

 

Aku melihatmu terbaring dihadapanku

Dibalik jenis kaca tebal ini

Terkejutku tak sampai padamu

Kau tusuk jantungmu dengan pisau yang kalian perebutkan

 

Aku melihatmu terbaring dihadapanku

Dibalik jenis kaca tebal ini

 

Selamat tinggal Newt

 

_rdmw_

Tuesday, April 24, 2018

Makin makin aja

Hai Bubbly-blog..
Jadi, akhirakhir ini ada masalah dengan si Levo.
Dari mulai enggak bisa nangkap signal wifi, lalu enggak bisa menggunakan beberapa aplikasi, lalu masalah sama windows nya, lalu masalah sama bluetooth nya, terus skrg masalah lagi sama windows nya, padahal udah di instal ulang.
Itulah mengapa semakin saja ini jarang menulis.
Kalau salah satu rekan bilang, 'sudah waktunya'..
='(

Memang udah 6 tahun sih.. tapi kan...
='(

Baiklah Bubbly-blog, itu sekilas info yang kurang sedap kabarnya.
Nanti kita sambung-sambung lagi.
Entahlah ini nanti akan bagaimana.

Bandung, 24 April 2018
Salam,
Risma Dwi MW

Thursday, March 8, 2018

Wauw! Masuk Ujian SIA..



Bubbly-blog! *hug

Ok.
Jadi, beberapa waktu ini Saya sering mencari sesuatu tentang sesuatu. Bingung kan.

Pokoknya, Saya mencari tentang produk yang pernah Saya buat di tahun 2010 dulu.
Wooow!! Sudah 8 tahun aja.
Nah, Saya jadi semacam baru tau gitu ketika dulu, si bisnis kecil-kecilan yang kecil itu, ternyata sempat ada yang menuliskan di sebuah portal yang cukup ternama.
Barusan Saya mencoba untuk masuk ke email si bisnis itu.
Dan sampai sekarang Saya masih lupa sama password nya..  Dengan berdoa sungguh-sungguh, Saya cuma bisa masuk ke salah satu media sosial nya saja.

Segitu juga udah seneng sih.
Dan Saya baca-baca hal-hal yang Saya tulis disana.
Tentang mengiklankan, membuat berisik, mengajak orang-orang mampir, dan lainlain.
Sampai ada di salah satu barisan tulisan......

“Ujian SIA tentang @(nama bisnis) nih, cc : @(akun pribadi Saya)”

Ujian SIA.... Ujian Sistem Informasi Akuntansi..
Padahal tulisan itu sudah Saya komentari, cuma ketika baca lagi, Saya masih sedikit sulit percaya bahwa hal itu bisa masuk ke dalam salah satu ujian mata kuliah di kampus Saya yang dulu.
Ada semacam rasa seneng gimana gitu..
Lalu kemudian mengingat kembali masa-masa tersebut.. macem-macem rasanya..
Jadi Kangen loh, Bubbly-blog..

Bandung, 8 Maret 2018
Salam, Risma Dwi MW

Thursday, January 25, 2018

Grup prioritas..... hm...

Hai Bubbly-blog..

Beberapa hari yang lalu ada gempa yang kerasa sampai di tempat Saya tinggal.

Sehubungan hari itu Saya sedang tidak kemana-mana, jadi cukup terasalah goyanggoyang sedikit itu.

Kemudian setelah Saya memastikan bahwa itu memang gempa (dengan melihat handuk yang bergoyanggoyang), Saya langsung bertanya ke 2 grup chat yang Saya cukup aktif di dalamnya.

 

Saya ceritakan sedikit tentang grup aplikasi obrolan tersebut.

Saya memiliki beberapa grup di beberapa aplikasi obrolan.

Tapi, yang Saya cukup aktif berkomentar sejauh ini hanya dua.

Yang pertama adalah teman sekaligus rekan juga karib yang tetap dekat sampai sekarang. Kami kenal sudah lebih dari 10 tahun.

Dan grup yang kedua adalah teman juga rekan yang hm.. sekitar satu tahun terakhir ini Saya cukup dekat dengan mereka. Grup ini juga merupakan grup yang cukup aktif dibandingkan grup yang pertama. Mungkin karena Saya dan mereka menghabiskan waktu dan kegiatan secara bersamasama setahun terakhir.

 

Setelah gempa selesai, Saya menginformasikan kalau ternyata gempa juga ingin tau apa mereka juga merasakan gempa.

Setelah Saya mengetik di grup kedua, Saya langsung menuju grup pertama,

Tapi, di grup pertama sudah ada karib Saya duluan yang menginfokan.

Ya, Saya juga tetap menginfokan.

 

Dengan beberapa kali balasan di grup pertama dan kedua, kemudian Saya melakukan hal yang lain (selain chatting).

 

Lalu ada hal mengganggu pikiran Saya hingga sekarang,

“Kenapa Saya menghubungi grup kedua duluan?

Kenapa enggak grup pertama dulu?

Apa prioritas Saya tentang hal ini berubah?”

 

Bandung,25 Januari 2018

Risma Dwi MW

Wednesday, December 20, 2017

Cerita lain tentang salon

“Falira, dua nih!”

“Iya Bu, siap!”

 

Kedua wanita itu masuk keruangan paling ujung.

“Pagi Mbak, creambath ya? Di cuci dulu yuk”

Aku melihat Farah langsung mencuci rambut pelanggan Kami yang satu lagi.

 

“Mau pake apa Mbak?”

“Aduh, Aku masih bingung nih. Bagusnya apa ya?”

“Masalah rambut Mbak apa?”

“Rambutku ujungnya bercabang gitu, Mbak. Kering-kering gitulah”

“Rambut kering cocoknya strawberry atau alpukat. Mbaknya rambutnya suka diwarnain enggak?”

“Udah lama enggak sih, Mbak. Tapi biasanya Aku diwarnain”

“Untuk rambut yang suka diwarnain cocoknya strawberry”

“Ya udah deh, itu aja”

“Mau pake serum untuk ujung rambut bercabangnya enggak?”

“Enggak usah deh, Mbak. Aku juga mau sekalian dipotong sedikit ujungnya nanti.”

“Sip”

 

Mbak ini adalah pelanggan pertamaku di hari ini.

Aku sudah bekerja di salon ini sekitar 5 tahun.

Tugasku adalah creambath dan lulur, sama seperti tugas Farah.

Dibawah jam 11, salon memang sedang jarang sekali ada pengunjung.

Salon biasanya ramai diatas jam 3 sore.

Apalagi kalau hari biasa seperti ini, ramainya setelah jam pulang kantor hingga malam sebelum tutup.

 

Kalau pertanyaannya mengapa Aku lebih memilih bekerja di salon, bukan karena Aku bercita-cita ingin punya salon sendiri dan belajar dulu. Tapi, Aku yang hanya belajar di sekolah sampai SMP ini tidak bisa bekerja di perusahaan besar seperti orang lain.

 

Sebelum pelanggan pertamaku datang, Aku sempat ngobrol dengan Farah.

“Kamu mau terus-terusan kerja disini, Lir?”

“Kayaknya enggak sih. Cuma enggak tau sampai kapan aja disini. Belum ada rencana. Kamu?”

“Aku mau buka salon sendiri ah. Kayaknya enak kalau jadi kayak si Ibu”

“Memangnya tau, berapa uang biar bisa buka salon sendiri?”

“Enggak sih. Tapi pasti mahal”

“Kamu punya uangnya?”

“Enggak. Aku kan cuma kepengennya gitu, Lir.”

“Ya kalau Kamu punya cita-cita, nabunglah dari sekarang”

“Tapi mau nabung juga enggak bisa banyak kan. Orang-orang kayak Kita yang pemasukan pas sama pengeluaran. Berharap pemasukan lebih juga cuma dari tips yang dikasih pelanggan aja. Aku mau nabung sampai berapa puluh tahun ya....”

Aku hanya tersenyum.

Aku kerja 2 tahun lebih dulu dibandingkan Farah.

Aku yang memberi tahu Farah cara berbicara dengan pelanggan, tempat serum dan segala cream, teknik membilas agar tidak terlalu banyak air yang terbuang tapi tetap bisa bersih, dan lain-lain.

 

Sambil memijat kepala pelangganku, Aku jadi sempat berpikir, sampai kapan ya Aku kerja disini?

Rasanya Aku tidak memiliki cita-cita yang ingin Aku kejar.

Dulu ada sih, cita-citaku hanya ingin menjadi anak kuliahan. Udah, itu aja.

Tapi, gimana mau bisa jadi anak kuliahan, SMA aja Aku enggak nerusin.

Kalau Ibu Bos enggak maksa Aku untuk ikut paket C tahun lalu, Aku udah males belajar-belajar lagi.

 

“Eh, kemaren Aku ketemu sama Ramon”

Pelanggan Farah mulai berbicara dengan pelangganku yang merupakan temannya.

“Oiya? Dimana?”

“Waktu Aku ke rumah Tika”

“Tumben Dia ke Tika juga? Jadi, mereka beneran pacaran?”

“Pacaran? Pacar Tika kan bukan Ramon. Lagian memang Kamu enggak tau gosipnya?”

“Gosip apa?”

“Ramon kan punya pacar juga. Laki.”

“Se..ri..us?”

“Iya. Aku dengernya sih gitu.”

“Dengernya gitu, atau memang gitu?”

“Dengernya sih.”

“Yeee.. Kirain Ramonnya cerita”

“Bukan gitu. Dia kan lagi deket banget sama Boy-can – Boy-can itu.”

“Boy-can temen kantornya?”

“Iya. Liat deh foto-foto Instagramnya. Kemana-mana sama Boy-can. Fotonya juga tuh udah bukan kayak sekedar temen. Kan kalau sesama lelaki terlalu deket bukannya pada geli ya? Tapi mereka enggak tuh.”

“Kenapa enggak nanya aja? Kan biar pasti”

“Aku mau sih ngebahas itu kemaren sama Tika. Tapi, takut Dia kesinggung.”

“Ya kalau Dia kesinggung karena Kita enggak tau kan tinggal minta maaf. Terus enggak usah ngebahas hal itu lagi.”

“Iya juga sih.”

 

Hal yang Aku suka dari menjadi pekerja disini adalah, Aku bisa dapat informasi mengenai banyak hal.

Dari mulai ilmu baru, gosip baru, segala jenis sifat dan karakter orang lain.

Mungkin itu kenapa Aku tidak punya cita-cita tinggi. Karena Aku sudah mendapatkan hal yang kusukai dan dapat bayaran dari hal itu.

 

_rdmw_

Saturday, November 25, 2017

Cerita lain tentang konser

“Jun, sabtu ini nge-event enggak?”

“Enggak, sabtu depan. Kenapa emang?”, Aku mengangkat telepon salah satu teman dekatku ketika kuliah dulu sambil membaca beberapa proposal yang akan dipilih untuk di presentasikan nanti siang.

“Gue punya tiket lebih nih, dateng yuk.”

“Sabtu sekarang ya? Gue rada males sebenernya. Emang event dimana?”

“Iya sabtu sekarang. Jangan males dong. Bantuin Gue ngapa. Dateng doang pun”

Aku menghela napas sedikit panjang.

“Yaudah Gue dateng. Dimana? Jam berapa?”

“Yes! Thanks hani-bani-suiti.. Nanti Gue chat si tempatnya. Ketemu ntar sore ya.. Daaaah”

Nana sudah memutuskan sambungan telepon di ujung sana tanpa sempat Aku jawab.

 

Aku dan Nana merupakan teman kuliah yang memiliki minat yang sama.

Dan Kami pun sekarang bekerja pada bidang yang sama, walaupun beda perusahaan.

Kami merupakan salah satu pengurus EO. Jika disuruh untuk menceritakan jabatan, entahlah bagaimana harus menceritakannya. Karena baik Nana ataupun Aku adalah Team Leader.. atau pemimpin tim.. atau orang yang paling sering disuruh Bos untuk ini dan itu.. juga orang yang paling sering memimpin meeting.. terkadang orang yang disuruh buat presentasi.. dan terkadang disebut sebagai orang yang paling rakus kerjaan.

 

“Jun, proposalnya udah disiapin?”

“Udah Bos, yang ini.” Aku menyerahkan tumpukan proposal kepada Bos ku yang mendatangi mejaku.

“Kamu yang presentasi ya”

Sudah kuduga.

Aku lalu mengikutinya ke ruang rapat sembari membaca pesan yang dikirimkan Nana kepadaku.

 

Meeting selesai lebih lama dari dugaan.

Aku pun sedikit terburu-buru bersiap untuk langsung menuju ke tempat yang diberitahukan Nana.

 

“Kok lama siiiih?? Gue udah nungguin.. Mana ditelepon enggak diangkat.. Gue pikir Lu enggak bakalan dateng”, Nana berkata dengan sedikit manyun.

“Sori, sori.. Baru banget beres meeting, Gue langsung kesini. Emang siapa aja pengisi acaranya?”

Aku bertanya sambil mengikuti Nana melewati pintu VIP.

“Lu dapet tiket VIP dari Gue. Sekarang Kita langsung duduk di depan. Yuk!”

 

Ketika acara sudah mulai, Nana berbisik bahwa dia harus mengecek sesuatu dulu.

Aku tau hal itu akan terjadi. Mustahil bagi kami-kami ini untuk duduk diam jika acara berlangsung. 

Aku pun tidak akan merasa aneh jika Nana nanti tiba-tiba hilang atau tiba-tiba muncul lagi di tempat duduknya.

Aku pun mengangguk.

 

Setelah setengah jam berlalu, Aku mendengar intro sebuah lagu yang tidak asing ditelingaku.

Aku terpaku.

“Selamat datang, perkenalkan Kami..~..”

***

5 tahun lalu,

“Keren amat ini Band. Suka Gue aaakkk!!”

“Serius Lu suka? Sepupu Gue kenal sama vokalisnya. Kita kenalan yuk. Kali aja nanti pas bikin acara Kita bisa ngundang mereka juga”

 

“Hai, Gue Varel”

“Nana”, Nana menjulurkan tangannya setelah dikenalkan oleh Dian, sepupunya yang merupakan teman sekolah Varel, vokalis Band ini.

“Juni..”, ucapku sambil sedikit menganggukan kepala.

“Sekalian nih, kenalin member yang lain. Ini Igun di gitar, Opik di drum, sama.. hem.. itu tuh satu lagi yang duduk dipojokan megang hape, Juna di bass”

***

“Juna...”, suaraku seperti keluar dengan sendirinya. Otakku memerintah tanpa keinginanku.

Walau di tempat konser ini suaranya begitu menggema, tapi rasanya Aku masih bisa mendengar dengan jelas nama yang baru saja kusebutkan di otakku.

***

“Kita diundang ke Kampus sebelah nih?”

“Diundang? Sama siapa?”, Aku yang ingin cepat pulang tiba-tiba ditahan oleh Nana.

“Sama Varel..”

“Varel? Diundang atau Lu yang maksa minta diajak?”, ucapku sedikit sinis.

“Ya pokoknya itulah. Temeniiiin.. ya.. ya.. ya..”

 

Walau dengan terpaksa, ketika Varel dan bandnya tampil, Aku tetap menikmati pertunjukan mereka.

Entahlah bagaimana awal mulanya, cuma sejak saat itu, Kami berdua selalu datang setiap Varel dan bandnya melakukan pertunjukan. Dan setelah pertunjukan, Kami memiliki kartu akses bertuliskan “CREW” bagi bandnya Varel.

Dengan seringnya bertemu, semakin intens pula penceritaan Nana tentang “Varel ini.. Varel itu.. Varel ternyata.. dan Varel blablabla..”

“Lu suka banget ya sama Varel?”, tanyaku pada Nana.

“Hah?! Kok Lu bisa tau?”

“Keliatan jelas banget, Na!”

Nana sedikit tersipu malu.

“Oiya! Lu enggak kepikiran suka sama siapaaa gitu di band?”, ucapnya kemudian.

“Kenapa mesti suka sama yang di band?”

“Soalnya ada yang suka sama Lu..”

“Suka sama Gue? Siapa?”

“Juna..”

***

Sudah lama rasanya Aku tidak mendengarkan lagu ini. Sekitar 4 tahun lalu seingatku terakhir menyanyikannya.

Suara varel tetap tidak berubah. Pesonanya Igun tetap sama. Opik pun seperti tidak bertambah tua di wajahnya. Dan Juna.....

***

Sejak Nana memberitahu ada salah satu member yang menyukaiku, Juna mulai mencoba mendekatiku.

Hampir setiap hari kami bertukar pesan, dan setiap kali ada kesempatan ketika Nana dan Aku menemui band mereka dibelakang panggung, Juna pasti duduk disamping atau di depanku. Seperti terang-terangan melakukan pendekatan agar semua orang tau bahwa dia memang mendekatiku.

Bukannya Aku merasa risih, hanya saja band mereka sudah memiliki fans sejak awal. Paras para member yang bisa dikatakan cukup menarik membuat fans mereka cukup protektif.

Untung saja Nana selalu berhasil mendapatkan kartu identitas “CREW” sehingga fans tidak akan curiga walau Juna selalu mendekatkan dirinya padaku disetiap kesempatan.

***

Dan Juna..

Seperti biasa, berada didunianya sendiri setiap dia sudah bersama bass-nya.

Kadang ikut bernyanyi sambil menikmati lagu dengan menggoyangkan kepalanya sesuai dengan irama.

Seselesainya Varel menyanyikan 2 buah lagu, dia menyapa para penggemarnya.

Perbedaan yang terasa antara saat ini dan 5 tahun yang lalu adalah, Band Varel sudah sangat terkenal. Fanbase nya ada di setiap Kota. Bahkan sudah sulit jika mau mengundang mereka mengisi acara setiap Aku dan Nana menghubungi Manajer mereka karena jadwal yang padat.

Ketika Varel akan melanjutkan bernyanyi di lagu berikutnya, Juna melihat sekeliling.

Dan mata kami bertemu...

***

Sudah 2 hari ini Juna tidak menghubungiku. Aku bukanlah wanita yang posesif. Terlebih Juna belum meresmikan-apapun-hubungan-kami-ini. Tapi Nana memberitahukan bahwa Juna sedang ada disalah satu cafe bersama dengan member yang lainnya. Nana mengajaku untuk ikut kesana.

Juna melihatku sedikit kaget dan lalu tersenyum senang ketika Aku datang.

Tapi ada sedikit hal yang berbeda disana.

Ada dua wanita yang bukan sebagai kru atau bagian dari band yang biasa ku kenal.

“Juni! Sini.. Aku ingin mengenalkanmu..”

Aku mendekatinya, sementara Nana dan member yang lain sibuk dengan obrolan mereka masing-masing.

Aku duduk dihadapannya.

“Aku yakin, Kamu pasti akan menjawab ‘IYA’”

“Pertanyaannya memang apa?”, ujarku sedikit tersenyum.

“Mau jadi pacarku?”

Hatiku terasa hangat. Rasanya senang.

Belum selesai Aku menjawab, ada hal yang membuatku penasaran.

“Hem.. Mereka siapa, Jun?”

“Pacarku..”

“Hah? Gimana?”

“Mereka berdua ini adalah pacarku. Mereka fans yang bersedia untuk berbagi asal mereka dekat denganku dan pacaran denganku”

“Jun.. Kamu serius?”, tapi tidak ada kesan becanda pada kalimat maupun raut mukanya.

“Aku serius. Dan kamu juga pasti fansku kan, yang bersedia menjadi apapun asal dekat denganku” 

Otakku tiba-tiba blank. Aku tidak tau harus merespon seperti apa.

Apa Aku harus marah? Tersenyum? Menangis dengan penuh drama? Atau bagaimana?

Aku berdiri dari tempat dudukku dan meninggalkan cafe itu tanpa berkata apa-apa.

***

Intro gitar sudah dimulai. Suara drum pun sudah mulai masuk. Seharusnya alunan bass mengikuti.

Kami masih saling bertatapan. Juna melihatku dengan terdiam ditempat.

Aku tidak bisa menceritakan ekspresi atau reaksi ketika Juna melihatku diantara para undangan VIP itu.

Karena memang pada dasarnya ternyata Aku tidak mengenal dirinya sama sekali.

“Juna! Juna!”, Varel meneriakan namanya beberapa kali tanpa menggunakan mic sebagai tanda agar suara bass masuk kedalam melodi lagu yang akan dibawakan.

Aku pun berdiri, dan meninggalkan tempat itu.. dengan perasaan yang sama seperti 4 tahun lalu ketika terakhir kali bertemu dengannya.

 

_rdmw_

Monday, July 31, 2017

Ingatan seafood

Hai Bubbly-blog..
Saya mau bercerita tentang beberapa waktu lalu.
Jadi, ketika itu Saya akan naik angkot menuju arah pulang.. si angkot teh lewat di salah satu warung makan seafood.. dan wanginya tercium sampai ke dalam angkot.

Lalu wanita bertubuh mungil disebelah Saya mencolek Saya dan memberikan bahasa isyarat bahwa kalau Saya mau makan seafood, mending di tempat dia beli (sambil nunjuk ke plastik yang dia bawa), rasanya enak dan banyak.

Sepertinya wanita tersebut tuna wicara, Bubbly-blog.
Eh enggak tau juga ketang ya.. tapi, dia cerita ke Saya menggunakan isyarat bahasa tangan untuk tuna wicara.
Daaaan Saya bisa nangkep omongannya.
Mungkin kalau istilah makan-enak-banyak sih isyarat pake wajah juga bisa kali ya =D

Terus pas Saya turun angkot, dia masih memberi syarat ke Saya untuk jangan-lupa-mampir.

Luar biasa..
Sekarang, setiap kecium wangi seafood, Saya inget kejadian itu..
Menarik..

Bandung, 31 Juli 2017
Salam,
Risma Dwi MW

Thursday, July 6, 2017

9 years already?!

Bubbly-blog, hai, apa kabar?

Sebetulnya, kalau tidak terpikirkan, enggak akan keinget.
Karena rasanya enggak sesakit sebelumnya.

Ketika di jam yang sama, 2.13, Saya malah lagi cuci piring.
*cuci piring karena pengalihan sepertinya

Tapi ternyata.....
It's been 9 years already?!?!

Enggak udah dibahaslah kangen mah..
Udah meleber kemana-mana.

Kalau direka ulang, bisa nangis kejer.
Ini kalau dibawa sedih, diinget nangis, bisa juga kalau mau.

Taaaapiiii..... Saya memutuskan enggak nangis lah buat hari ini.

Mau bercerita tapi kesiapa, mau nangis juga gimana.. ya gitulah.. bingung hahaha

"Dear, Mom..
It's been 9 years.
Miss you..
Really.. really bad.."

Bandung, 6 Juli 2017
Salam,
Risma Dwi MW

Tuesday, April 25, 2017

Pengalihan pengerjaan tugas

Bubbly-Blog,

Beberapa waktu lalu Saya ada tugas.

Tugas ini merupakan kegiatan yang harus dilakukan dengan cara diketik.

Untuk pembukaannya sih udah selesai, sekarang tinggal isinya.

 

Kemudahan mengerjakan isi tersebut adalah, tinggal lihat di internet.

Kesulitannya adalah, ternyata tidak semudah itu.

 

Walau yang lain bilang tugasnya tinggal salin-salin aja, tapi ketika Saya memulainya, kok rasanya enggak semudah salin-salin-aja-ya.

 

Saya suka bercerita. Jadi, ketika cerita Saya dipindahkan ke dunia ketikan, tidak sesulit itu.

Tapi, ketika harus memulai mengerjakan hal yang sesuai dengan data, Saya.... ah.... rasanya tidak mudah.

 

Ini perasaan Saya aja, atau gimana?

Apa karena Saya tidak membayangkan hal ini sebelumnya ya?

 

Setelah menyelesaikan “pendahuluan”, kemudian Saya susah berpikir.

Belum menemukan kata-kata yang tepat untuk meneruskannya.

 

Dan kebiasaan yang Saya lakukan adalah melakukan sesuatu di dapur.

 

Betewe, ini hal yang cukup baru juga untuk Saya.

Entah tepatnya sejak kapan, kalau Saya terlalu banyak berpikir dan mumet, Saya cuci piring.

Memang sih, piring nya juga enggak banyak-banyak amat (kecuali kalau habis masak makanan yang ribet).

 

Untuk kebanyakan pikiran di tugas kali ini, setelah otak sulit meneruskan untuk berpikir, Saya cuci piring dan potong kentang.

Padahal Saya belum ada kepikiran besok akan masak apa. Cuma entah mengapa rasanya Saya pengen aja motong kentang. Kebetulan adanya kentang sih di kulkas. Kalau ada yang lain mungkin Saya juga potong yang lain.

 

Pernah juga waktu itu melakukan hal yang menuntut berpikir keras.

Dan jam setengah 4 pagi, Saya cuci piring dan mulai masak.

Jam setengah 4 pagi. Masak. Padahal lagi enggak sahur.

 

Bagusnya si kebiasaan ini bukan cuci piring ya. Harusnya bersihin rumah kek, atau nyuci baju kek, atau mangkas tanaman misalnya.

Kayak kenalan Saya, kalau lagi galau dia beberes rumah. Walaupun itu jam setengah 2 pagi. Hebat.

 

Bandung, April 2017

Salam,

Risma Dwi MW

Thursday, April 20, 2017

Mood swing

Bubbly Blog, ah.. apa kabar?

Sebulan kemarin sungguh tidak produktif untuk menulis.

Padahal di bulan Maret lalu ada 3 bahasan kalau enggak salah inget.

Nanti Saya coba jabarkan di beberapa postingan ya.

Dan Maret itu Saya ikutan riweuh gara-gara si bangke di sono mau ngurusin pajak.

 

Baiklah, Kita langsung saja tanpa banyak lagi basa-basi.

 

Karena alasan satu dan lain hal, beberapa kali pernah dalam keseharian Saya memiliki mood swing, atau suasana hati yang berubah-ubah dengan cukup cepat.

 

Tersebutlah suatu hari di tanggal 14 Maret (inget tanggalnya).

Jadi, entah mengapa suasana hati di hari itu suntuk banget.

Rasanya kesal, dengan cuaca yang berangin sedikit mendung tetapi tidak hujan.

Saya juga enggak paham kenapa ujug-ujug begitu.

 

Sampai di suatu waktu Saya dapat pesan dari salah satu aplikasi obrolan yang Saya punya :

“Assalammualaikum, neng Risma apa kabar?

Aku Insya Allah mau umroh tgl 16 Maret”

 

Setelah dapet pesan itu, perasaan Saya langsung gembira dong.

Rasanya bawaannya seneng aja gitu.

Aneh sih memang.

 

Jadi gini, Saya cuma beberapa kali lah ketemu sama beliau, pertama kali ketemu, Saya juga kenalan sama Suaminya.

Dan kami pernah berbincang tentang kehidupan, rumah tangga, dan anak.

Semacam ada beberapa hal lah yang bisa Saya pelajari darinya.

 

Setelah beberapa kali bertukar pesan, hari itu Saya tutup dengan senyuman.

 

Begitulah..

Namanya juga mood swing..

Ada kalanya pasti setiap orang ngerasain begini, Bubbly-Blog..

 

Bandung, 20 April 17

Salam,

Risma Dwi MW